KONTAN.CO.ID - Presiden Rusia Vladimir Putin menempatkan aset bisnis Japan Tobacco International (JTI) di Rusia di bawah pengelolaan sementara perusahaan lokal. Kebijakan ini menambah daftar perusahaan asing yang kehilangan kendali atas operasional bisnisnya di Rusia di tengah meningkatnya pembatasan terhadap aset asing. Mengutip
Reuters, Kamis (5/11/2026), keputusan tersebut tertuang dalam dekret yang ditandatangani Putin.
Melalui kebijakan itu, kepemilikan JTI di empat entitas bisnis di Rusia akan dikelola oleh perusahaan lokal, Industrial Assets.
Baca Juga: Dolar AS Stabil Jumat (6/11), Yen Menguat di Tengah Aksi Jual Saham Global Dekret tersebut tidak menjelaskan alasan penempatan aset di bawah pengelolaan sementara. Namun, Kremlin sebelumnya mengaitkan kebijakan serupa dengan tindakan negara-negara yang dikategorikan Rusia sebagai pihak tidak bersahabat. Pemerintah Jepang memprotes keputusan tersebut dan meminta Rusia mencabut kebijakan itu. Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama mengatakan, pemerintah Jepang secara konsisten meminta Rusia untuk memastikan kepentingan warga negara dan perusahaan Jepang tidak dirugikan. "Kami telah menyampaikan protes melalui jalur diplomatik dan meminta agar tindakan tersebut ditarik kembali," kata Katayama dalam konferensi pers rutin pada Jumat (6/11/2026). JTI merupakan bagian dari Japan Tobacco Inc. dan mengklaim sebagai produsen tembakau terbesar di Rusia berdasarkan volume penjualan.
Baca Juga: Indeks Kospi Anjlok 8,6% Jumat (6/11), Korea Selatan Aktifkan Circuit Breaker Dalam pernyataan melalui email, JTI mengatakan telah mengetahui dekret tersebut dan sedang mengevaluasi situasi serta opsi yang tersedia. Perusahaan menyatakan akan memprioritaskan kepentingan para pemangku kepentingan, terutama karyawan. Di pasar saham, perdagangan saham Japan Tobacco belum berlangsung pada awal sesi Jumat di Tokyo karena menumpuknya pesanan jual. Keputusan Putin terhadap JTI menyusul langkah Rusia pada September lalu yang menempatkan aset perusahaan makanan asal Swiss, Nestle, perusahaan grosir Jerman Metro AG, serta peritel Prancis Auchan di bawah pengelolaan sementara. Pada Oktober, Moskow juga mengambil alih pengelolaan aset empat perusahaan Eropa lainnya.
Baca Juga: Kekhawatiran Regulasi AI Memukul Bursa Jepang Jumat (6/11), Nikkei Ambles 5,5% Rusia mengaitkan langkah tersebut dengan dukungan negara-negara asal perusahaan terhadap Ukraina serta tindakan yang disebutnya sebagai pengambilalihan properti Rusia secara ilegal. Hubungan Rusia dan Jepang juga mengalami tekanan dalam beberapa bulan terakhir. Pada Oktober, Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut rencana penjualan drone kepada Ukraina oleh sebuah perusahaan Jepang sebagai tindakan tidak bersahabat dan memperingatkan kemungkinan respons keras. Rusia juga menyatakan telah menahan seorang jurnalis Jepang di wilayah Sakhalin, Rusia Timur Jauh, pada bulan lalu atas dugaan spionase.