Presiden Xi Jinping Dorong Percepatan Transisi Energi Baru di Tengah Gejolak Global



KONTAN.CO.ID - Presiden China Xi Jinping menyerukan percepatan pembangunan sistem energi baru guna memperkuat ketahanan energi nasional, di tengah gejolak pasar global akibat konflik di Timur Tengah.

Dalam pernyataannya yang disampaikan melalui media pemerintah CCTV dilansir dari Reuters Senin (6/4/2026), Xi menekankan pentingnya percepatan perencanaan dan pembangunan sektor energi, termasuk pengembangan tenaga air (hidro), perlindungan ekologi, serta ekspansi energi nuklir secara aman dan terukur.

Baca Juga: Iran Hentikan Dua Kapal LNG Qatar di Selat Hormuz Meski Sempat Diizinkan Melintas


“Komite Sentral Partai telah memiliki pemahaman mendalam terhadap tren global di sektor energi dan telah mengambil keputusan strategis untuk mendorong kebijakan keamanan energi baru secara lebih intensif,” ujar Xi.

Meski tidak secara langsung menyinggung konflik antara Amerika Serikat dan Iran, pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik yang memicu lonjakan harga energi dunia.

Peran Batubara dan Energi Bersih

Para analis menilai China berada dalam posisi relatif lebih kuat dalam menghadapi kenaikan harga minyak global.

Hal ini karena lebih dari separuh bauran energi negara tersebut masih ditopang oleh batu bara, sementara ketergantungan impor energi melalui Selat Hormuz hanya sekitar 5% dari total konsumsi energi.

Baca Juga: BYD Masuk ke Daftar Hitam Pemerintah Brasil, Ini Alasannya

Xi menilai, langkah China mengembangkan energi terbarukan sejak awal kini terbukti tepat.

“Langkah kita menjadi yang pertama dalam mengembangkan energi angin dan surya kini terbukti sebagai keputusan yang visioner,” katanya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa pembangkit listrik tenaga batu bara tetap menjadi fondasi sistem energi nasional.

“Pembangkit listrik berbasis batu bara masih menjadi tulang punggung sistem energi kita dan harus terus memainkan peran pendukung,” tegas Xi.

Di sisi lain, China tetap berkomitmen pada transisi menuju energi yang lebih bersih dan rendah karbon, meskipun masih menjadi penghasil emisi karbon terbesar di dunia.

“Sistem energi baru yang lebih hijau, terdiversifikasi, dan tangguh akan menjadi jaminan kuat bagi keamanan energi serta pembangunan ekonomi China,” tambahnya.

Baca Juga: Premi Minyak Mentah AS Tembus Rekor Selasa (7/4) Pagi, Asia dan Eropa Berebut Pasokan

Sebagai bagian dari strategi tersebut, China terus mengembangkan proyek-proyek energi besar, termasuk pembangunan bendungan tenaga air terbesar di dunia di kawasan Dataran Tinggi Tibet, serta proyek pembangkit listrik tenaga surya termal di wilayah berketinggian tinggi.