KONTAN.CO.ID - Penunjukan John Ternus sebagai CEO baru Apple mulai 1 September 2026 bukan tanpa alasan. Selama lebih dari dua dekade, Ternus menjadi sosok kunci di balik sejumlah pencapaian penting Apple, terutama dalam pengembangan perangkat keras. Ia bergabung dengan Apple pada 2001 dan terus naik hingga menjadi kepala hardware engineering, sebelum akhirnya dipercaya menggantikan Tim Cook.
Baca Juga: CEO Apple Tim Cook Resmi Mundur, Investor Beri Pujian Pimpin Produk-Proyek Besar Apple
Salah satu pencapaian utama Ternus adalah perannya dalam memimpin pengembangan berbagai produk inti Apple. Mengutip
Reuters, ia diketahui berada di balik tim yang mengerjakan iPhone, Mac, iPad, Apple Watch, hingga AirPods. Kontribusinya tidak hanya pada pengembangan, tetapi juga menjaga kualitas dan integrasi antar perangkat dalam ekosistem Apple. Bahkan, ia disebut berperan dalam desain ulang besar iPhone melalui peluncuran iPhone Air, yang dinilai sebagai perubahan paling signifikan sejak 2017. Prestasi Ternus lain yang tak kalah menonjol adalah keberhasilannya menghidupkan kembali lini Mac. Ia memimpin transisi besar Apple dari prosesor Intel ke chip buatan sendiri, yakni Apple Silicon. Langkah ini sebelumnya dianggap terlalu berisiko. Namun, keputusan ini terbukti meningkatkan performa dan efisiensi perangkat, sekaligus mendorong kembali penjualan Mac.
Baca Juga: Profil John Ternus, CEO Baru Apple di Tengah Era AI Konsisten Dorong Filosofi Produk Apple
Prestasi Ternus juga terlihat dari konsistensinya menjaga filosofi Apple yang berfokus pada produk. Ia menegaskan bahwa Apple tidak mengejar teknologi semata, melainkan mengutamakan kualitas produk bagi pengguna. “Kami tidak pernah berpikir untuk menjual teknologi. Kami selalu memikirkan bagaimana memanfaatkan teknologi untuk menghadirkan produk yang luar biasa," ungkap Ternus, seperti dikutip
Reuters.
Pendekatan ini membuatnya sering disebut sebagai penerus gaya kepemimpinan Steve Jobs yang mengedepankan pengalaman pengguna. Dengan rekam jejak tersebut, Ternus dinilai sebagai sosok yang tepat untuk memimpin Apple di tengah perubahan besar industri teknologi, khususnya di era AI.
Baca Juga: Kasus Hukum Sam Altman: CEO OpenAI Bantah Tuduhan Pelecehan Seksual Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News