PARIS. Hasil studi Daneile Belanger dari University of Western Ontario menemukan fakta menarik. Sejak permulaan dekade 1990an, mulai banyak pria Asia yang mencari jodohnya ke luar negeri. Dalam risetnya yang dimuat di Jurnal National Institute for Demographic Studies (INED), Belanger mengungkapkan, di tahun 2009 dari total imigran yang ada di Taiwan, sekitar 15% nya merupakan pengantin perempuan. Jumlah yang tak jauh berbeda juga ditemukan di Korea Selatan, yang mencapai 8%. Adapun di Jepang sendiri, jumlahnya sebesar 6%. Namun dari ketiga negara tersebut, ada fakta yang menarik. Ternyata, dari total imigran baru, tidak termasuk pekerja sementara, pengantin perempuan justru menjadi penyumbang terbesar. "Faktanya, pria Asia mencari perempuan asing karena jumlah perempuan di negara asalnya terus menurun dari tahun ke tahun," tandas Belanger.
Pria Asia Banyak Cari Jodoh Perempuan Asing
PARIS. Hasil studi Daneile Belanger dari University of Western Ontario menemukan fakta menarik. Sejak permulaan dekade 1990an, mulai banyak pria Asia yang mencari jodohnya ke luar negeri. Dalam risetnya yang dimuat di Jurnal National Institute for Demographic Studies (INED), Belanger mengungkapkan, di tahun 2009 dari total imigran yang ada di Taiwan, sekitar 15% nya merupakan pengantin perempuan. Jumlah yang tak jauh berbeda juga ditemukan di Korea Selatan, yang mencapai 8%. Adapun di Jepang sendiri, jumlahnya sebesar 6%. Namun dari ketiga negara tersebut, ada fakta yang menarik. Ternyata, dari total imigran baru, tidak termasuk pekerja sementara, pengantin perempuan justru menjadi penyumbang terbesar. "Faktanya, pria Asia mencari perempuan asing karena jumlah perempuan di negara asalnya terus menurun dari tahun ke tahun," tandas Belanger.