KONTAN.CO.ID - JAKARTA.
PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (
PMUI) membidik pertumbuhan kinerja double digit di sepanjang 2026 sekitar 10% secara tahunan. Sementara itu, laba bersih ditargetkan dapat kembali mencapai sekitar Rp 40 miliar setelah konsolidasi. Direktur Utama PMUI Agus Susanto mengatakan, pihaknya cukup optimistis mengarungi tahun 2026, meskipun masih dalam proses pelepasan kepemilikan saham di anak perusahaan, PT Graha Prima Mentari Tbk (
GRPM). Menurutnya, pelepasan saham GRPM ini tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap kinerja perusahaan. Sebab, kontribusi kinerja terhadap laba Perseroan selama ini relatif kecil sehingga dinilai tidak material.
Baca Juga: Kadin dan Apindo Soroti Kontraksi Sektor Tambang pada Kuartal I-2026 “Saat ini kontribusi GPRM ke perusahaan tidak terlalu signifikan dengan asumsi laba bersih Rp 4 miliar dibandingkan dengan yang Rp 30 miliar. So, saya rasa imaterial dan tidak akan berpengaruh apapun pada PMUI,” ujar Agus, dalam paparan publik virtual, Senin (11/5/2026).
Di sisi lain, pihaknya justru melihat momentum tersebut sebagai peluang untuk memperluas diversifikasi usaha di luar bisnis distribusi telekomunikasi. Salah satu sektor yang tengah dijajaki ialah bisnis perhotelan melalui pembentukan anak usaha baru. Menurutnya, langkah diversifikasi ini dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi PMUI ke depan, di tengah tantangan industri distribusi saat ini. “Saat ini masih dalam kajian dan lagi penyelesaian strategi untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari anak perusahaan. Kalau begitu kita akan memasuki dunia diversifikasi bisnis yang lain yang dapat meningkatkan kinerja dari perseruan,” paparnya. Sebagaimana diketahui, PMUI merupakan distributor produk dari PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) atau XLSmart.
Di sisi lain, saat ini PMUI masih mengandalkan distribusi produk XLSmart sebagai sumber utama pendapatan.
Pihaknya menilai penggabungan XL dan Smartfren juga menjadi sentimen positif yang dapat mendorong pertumbuhan bisnis distribusi ke depan. Adapun, demi menjaga pertumbuhan di tengah persaingan industri saat ini, PMUI akan fokus memperluas penetrasi pasar ke area-area yang sebelumnya belum tergarap optimal. PMUI sendiri telah menambah area operasional di empat kota baru sepanjang 2026.
Baca Juga: APBI Soroti Dampak Aturan Baru DHE SDA Terhadap Fleksibilitas Arus Kas Pertambangan “Pada tahun 2026 ini kita sudah menambah di Sulawesi Tenggara, kemudian di Sumedang, Garut, dan di Kerawang. Jadi ada empat kota yang sudah kita tambah sehingga bisa menambahkan revenue dan net profitnya,” tambahnya.
Terkait realisasi kinerja di tiga bulan pertama 2026, Agus menyebut realisasi perusahaan
menunjukkan pertumbuhan dibanding periode yang sama tahun lalu. Dari sisi penjualan, PMUI mencatat angka sebesar Rp 1,18 triliun, lebih tinggi 23,11% dibandingkan Rp 963,03 miliar pada posisi yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan untuk laba bersih tercatat Rp 9,55 miliar, meningkat dari Rp 5,28 miliar di tahun 2025.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News