Primaya Hospital Kelapa Gading Memperkuat Teknologi di Layanan Cancer Center



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY) melalui Primaya Hospital Kelapa Gading memperkuat layanan Cancer Center dengan menghadirkan Hyperthermic Intraperitoneal Chemotherapy (HIPEC) yang dikombinasikan dengan Cytoreductive Surgery (CRS), sebagai solusi komprehensif bagi pasien kanker yang telah menyebar ke rongga perut (peritoneal carcinomatosis).

Pendekatan ini dikenal sebagai salah satu terapi paling advanced dalam penanganan kanker peritoneal yang sebelumnya memiliki keterbatasan pilihan pengobatan. Inisiatif ini diperkenalkan dalam forum medis “Advancing Cancer Care: Peran HIPEC dalam Meningkatkan Survival pada Kanker dengan Keterlibatan Peritoneal” sebagai langkah menghadirkan layanan kanker berstandar internasional di dalam negeri.

Baca Juga: Primaya Hospital (PRAY) Lanjut Ekspansi untuk Menyehatkan Kinerja pada 2026


Kehadiran layanan ini menjadi semakin relevan di tengah meningkatnya penyakit kanker di Indonesia. Data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) mencatat lebih dari 408.000 kasus kanker baru setiap tahun, dengan kanker kolorektal, lambung, dan ovarium termasuk jenis yang berisiko tinggi menyebar ke rongga peritoneum. Kondisi ini sering kali terdiagnosis pada stadium lanjut dengan prognosis yang menantang.

Pada banyak kasus, keterlibatan peritoneum menjadi faktor yang menurunkan angka harapan hidup pasien karena keterbatasan efektivitas kemoterapi sistemik. Namun, berbagai studi menunjukkan bahwa kombinasi CRS dan HIPEC dapat meningkatkan median survival secara signifikan—bahkan hingga hampir dua kali lipat dibandingkan terapi konvensional pada pasien yang terpilih.

Pendekatan ini dilakukan melalui pengangkatan tumor secara maksimal melalui prosedur CRS, yang kemudian dilanjutkan dengan pemberian kemoterapi bersuhu tinggi langsung ke rongga perut. Metode ini memungkinkan konsentrasi obat yang lebih tinggi di area target, meningkatkan penetrasi terapi, serta membantu menghancurkan sel kanker residual yang tidak terlihat secara kasat mata.

“Pendekatan CRS dan HIPEC merupakan terapi yang bersifat definitif pada kasus kanker dengan keterlibatan peritoneal. Tidak hanya mengangkat tumor yang terlihat, tetapi juga menargetkan sel kanker mikroskopis yang sering menjadi penyebab kekambuhan. Kombinasi efek panas dan konsentrasi obat yang tinggi memungkinkan terapi bekerja lebih optimal di area yang sulit dijangkau oleh kemoterapi konvensional.” jelas dr. Kartiwa Hadi, Sp.OG, Subsp. Onk, Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan Subspesialis Onkologi, Selasa (28/4/2026).

Selain itu, dr. Fajar Firsyada, Sp.B, Subsp.BD(K), Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Digestif juga menekankan bahwa keberhasilan terapi ini sangat ditentukan oleh seleksi pasien dan ketepatan tindakan bedah.

“HIPEC menjadi salah satu pendekatan penting dalam penanganan kanker dengan keterlibatan peritoneal. Dengan seleksi pasien yang tepat dan tindakan yang optimal, terapi ini dapat memberikan peluang survival yang lebih baik dibandingkan terapi konvensional,” ungkapnya.

Selama ini, keterbatasan layanan serupa di dalam negeri mendorong banyak pasien untuk mencari pengobatan ke luar negeri. Dengan hadirnya layanan ini di Primaya Hospital Kelapa Gading, pasien kini memiliki akses terhadap terapi kanker tingkat lanjut secara lebih dekat, efisien, dan terintegrasi.

Direktur Primaya Hospital Kelapa Gading, dr. Ferry Aryo, MARS, MM, MH, C.Med, CPM, FISQua menegaskan bahwa keberhasilan terapi kanker tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh sistem layanan yang terintegrasi.

“HIPEC bukan hanya teknologi, tetapi bagian dari pendekatan terapi kanker yang komprehensif. Keberhasilan terapi ini sangat bergantung pada kolaborasi multidisiplin, mulai dari bedah, onkologi, anestesi, hingga rehabilitasi dan nutrisi klinis, untuk memastikan hasil terbaik bagi pasien,” tegasnya.

Ke depan, Primaya Hospital Kelapa Gading berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan kanker berbasis keunggulan klinis dan teknologi medis terkini, sekaligus memperkuat perannya sebagai salah satu pusat rujukan kanker dengan pendekatan komprehensif dan berstandar internasional di Indonesia.

Kehadiran layanan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas penanganan kanker di dalam negeri, tetapi juga memberikan keyakinan bahwa pasien Indonesia dapat memperoleh terapi terbaik tanpa harus berobat ke luar negeri

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News