Primaya Hospital (PRAY) Lanjut Ekspansi untuk Menyehatkan Kinerja pada 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY) atau Primaya Hospital Group melanjutkan ekspansi rumah sakit untuk menyehatkan kinerja keuangan. 

Direktur Utama Primaya Hospital Group, Leona A. Karnali mengatakan, tahun ini Primaya menambah dua cabang rumah sakit baru.

Terbaru, perseroan meresmikan RS Primaya Kelapa Gading pada Januari 2026 lalu. Selain itu, Primaya juga akan melanjutkan ekspansi dengan membangun cabang Primaya ke-21 di BSD, Tangerang.


"Yang pasti, kami juga akan menambah rumah sakit di BSD. Kira-kira akhir tahun ini, dengan skala pembangunan yang cukup besar," kata Leona saat ditemui Kontan di Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Tak sampai situ, perseroan juga telah membangun beberapa rumah sakit yang ditargetkan beroperasi pada tahun 2027 di beberapa kota besar. Seperti Jakarta, Bandung, hingga Surabaya.

Baca Juga: Primaya Hospital Tangerang Perkuat Layanan Premium Lewat Poliklinik Eksekutif

Di luar Jawa, Leona bilang, Primaya juga berencana masuk ke Medan dan Makassar yang kini berada di tahap pengembangan.

"Jadi kami tidak melulu di Jawa. Primaya sendiri dimulai dari pinggiran Jakarta. Kami justru baru mulai masuk ke Jakarta," imbuhnya.

Hingga saat ini, Primaya memiliki empat cabang di Jakarta. Sebelum Kelapa Gading yang teranyar, perseroan telah memiliki Primaya PGI Cikini dan Evasari di Jakarta Pusat, serta RS Ukrida di Jakarta Barat.

"Saat ini Primaya ada empat di Jakarta, rencananya akan sampai enam. Selanjutnya adalah di Jakarta Selatan dan Jakarta Utara," beber Leona.

Secara keseluruhan, Primaya kini memiliki 20 cabang rumah sakit. Dalam peta jalan Primaya, kata Leona, pihaknya menargetkan bisa memiliki total 30 rumah sakit dalam 4-5 tahun ke depan.

Tak hanya dari segi jumlah, perseroan juga terus berupaya meningkatkan layanan dan fasilitas. Hal ini tercermin dari revitalisasi gedung Primaya PGI Cikini yang sedang dibangun.

"Di Cikini, kami sedang membangun agar menjadi gedung tinggi. Bukan bangun rumah sakit baru, tapi perubahannya nanti akan jadi seperti baru. Namun, butuh waktu yang lebih lama untuk realisasinya," lanjut Leona.

Baca Juga: Awal 2026, Primaya Hospital Group (PRAY) Resmikan Rumah Sakit ke-20 di Kelapa Gading

Dari sisi layanan, Primaya akan memperluas kerja sama internasional, yakni dengan Singapura dalam penyediaan layanan kemoterapi di cabang Kelapa Gading.

Leona melanjutkan, saat ini Primaya turut didukung oleh masuknya investasi dari pemerintah Singapura melalui Government of Singapore Investment Corporation (GIC) ke Primaya.

Ia menjelaskan, GIC memiliki kebijakan investasi dengan memilih satu perusahaan di satu negara untuk setiap industri. "Untuk industri kesehatan di Indonesia, GIC memilih Primaya. Jadi kami sangat bangga karena dipercaya. Kami berharap bisa meningkatkan daya saing kami," kata Leona.

Lebih lanjut, ia membeberkan perseroan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 900 miliar hingga Rp 1 triliun. Selain untuk menyokong ekspansi rumah sakit dan revitalisasi gedung, Leona bilang, belanja modal juga dianggarkan untuk revitalisasi peralatan medis di cabang-cabang Primaya.

Menurutnya, belanja modal yang relatif besar dibutuhkan mengingat persaingan yang makin ketat. Di mana, saat ini makin banyak rumah sakit dengan fasilitas-fasilitas yang makin modern.

"Semakin kompetitif sebuah industri, maka membutuhkan belanja modal yang lebih tinggi," imbuh Leona.

Dengan sejumlah strategi dan rencana bisnis tersebut, Primaya optimistis dapat menumbuhkan pendapatan sekitar 20% dan laba sebesar 25% pada tahun ini. 

Baca Juga: Primaya Hospital (PRAY) Targetkan Pendapatan Tumbuh 15%–20% di 2026, Ini Strateginya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News