Primaya Hospital (PRAY) Naikkan Kepemilikan Anak Usaha Jadi 93,91% Via Konversi Utang



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY) atau Primaya Hospital Group menyelesaikan konversi saham tahap kedua atas pelaksanaan Perjanjian Utang Wajib Konversi PT Jala Mas Putra Rejeki sehingga kepemilikannya meningkat menjadi 93,91%.

Konversi tersebut dilakukan setelah JMPR memperoleh persetujuan perubahan anggaran dasar pada 27 Juli 2026. Langkah ini merupakan tindak lanjut Perjanjian Utang Wajib Konversi yang ditandatangani pada September 2025.

Direktur Famon Awal Bros Sedaya Leona Agustine Karnali menjelaskan transaksi tersebut menjadi bagian strategi ekspansi PRAY di sektor pelayanan kesehatan melalui penguatan kepemilikan serta pengelolaan jaringan rumah sakit di Indonesia.


Baca Juga: Kurs Rupiah Menguat Tipis ke Rp 18.082, Namun Ancaman Pelemahan Masih Mengintai

"Transaksi ini merupakan bagian dari strategi ekspansi PRAY di sektor pelayanan kesehatan dan diharapkan akan memperkuat posisi PRAY dalam kepemilikan dan pengelolaan jaringan rumah sakit di Indonesia," tulisnya dalam keterbukaan informasi, Selasa (28/7/2026). 

Leona menambahkan konversi tahap kedua turut memperkuat posisi PRAY dalam pengelolaan Rumah Sakit FMC Bogor dan Rumah Sakit UKRIDA yang telah bergabung ke jaringan layanan sejak konversi tahap pertama.

Leona memastikan transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material maupun transaksi afiliasi. Nilai transaksi juga belum melampaui batas rasio yang diatur berdasarkan perbandingan aset, laba bersih, maupun pendapatan usaha.

Baca Juga: IHSG Balik Melemah ke 6.093,6 di Sesi Pertama, Top Losers LQ45: ISAT, MBMA, WIFI

“Peningkatan kepemilikan di PT Jala Mas Putra Rejeki akan memperkuat kendali operasional, mendorong sinergi antar fasilitas kesehatan, meningkatkan standar mutu layanan, serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya di lingkungan grup,” katanya. 

Leona juga menyatakan transaksi tersebut tidak menimbulkan dampak material terhadap aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha. Transaksi ini diharapkan mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang sekaligus memperluas akses layanan kesehatan.

.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News