Primaya Hospital (PRAY) Targetkan Pendapatan Tumbuh 15%–20% di 2026, Ini Strateginya



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY) mematok target pertumbuhan pendapatan yang tetap solid pada tahun 2026.

Emiten rumah sakit ini membidik kenaikan pendapatan di kisaran 15%–20% seiring dengan strategi ekspansi kapasitas dan peningkatan kinerja operasional rumah sakit yang telah beroperasi.

Direktur PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk Leona Agustine Karnali menilai, prospek industri kesehatan dan rumah sakit di Indonesia pada 2026 masih menjanjikan secara struktural dan jangka panjang. 


Hal ini ditopang oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, pertumbuhan kelas menengah, serta kebutuhan layanan kesehatan berkualitas di wilayah urban dan padat penduduk.

Baca Juga: Primaya Hospital (PRAY) Targetkan Kinerja Naik Dua Digit Tahun Ini

“Industri kesehatan masih menawarkan peluang pertumbuhan yang berkelanjutan. Namun, kami juga mencermati sejumlah tantangan, terutama tekanan biaya operasional seperti kenaikan upah, penyesuaian regulasi, dinamika tarif dan klaim BPJS, serta ketidakpastian kondisi makroekonomi global,” ujar Leona kepada Kontan, Minggu (4/1/2026).

Menurut manajemen, rumah sakit dengan skala yang memadai, operasional yang efisien, serta portofolio layanan yang seimbang antara pasien BPJS, asuransi swasta, dan pasien umum akan memiliki daya tahan dan daya saing yang lebih kuat ke depan.

Dari sisi profitabilitas, PRAY menargetkan pertumbuhan EBITDA sebesar 20%–25%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan. Target ini diharapkan tercapai melalui penguatan layanan unggulan, pengendalian biaya, optimalisasi komposisi pasien (patient mix), serta peningkatan efisiensi operasional secara berkelanjutan.

Untuk mendukung rencana tersebut, Perseroan menyiapkan alokasi belanja modal (capex) tidak lebih dari Rp 1 triliun pada tahun 2026. Capex ini akan digunakan secara disiplin dan selektif, dengan fokus pada penyelesaian dan penguatan kapasitas rumah sakit baru, peningkatan fasilitas serta peralatan medis di rumah sakit eksisting, serta investasi pada sistem digital dan infrastruktur pendukung.

Baca Juga: Primaya Hospital (PRAY) buka rumah sakit baru di Kelapa Gading

“Setiap keputusan capex akan mempertimbangkan kesiapan pasar, potensi imbal hasil, serta kondisi keuangan Perseroan secara menyeluruh,” jelas Leona.

Dari sisi ekspansi, PRAY menegaskan akan tetap mengedepankan pendekatan yang terukur. Pada 2026, Perseroan menargetkan pembukaan satu rumah sakit baru berkapasitas 200 tempat tidur, sekaligus memulai pembangunan beberapa rumah sakit lainnya. 

Ekspansi akan difokuskan di kota-kota besar dan wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi, baik melalui pembangunan rumah sakit baru maupun kerja sama strategis dan pengelolaan rumah sakit yang sudah ada.

“Fokus kami adalah kualitas pertumbuhan dan penguatan posisi di pasar utama, sambil tetap menjaga kesehatan neraca keuangan,” tutup Leona.

Selanjutnya: Inilah Sektor Pekerjaan yang Menjadi Lebih Baik Sejak Ada ChatGPT di 2022

Menarik Dibaca: Cara Mudah Mencari Tambahan Penghasilan untuk Kebutuhan yang Mendesak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News