Prime Agri Resource (SGRO) Catat Penurunan Kinerja Sepanjang Kuartal I 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Prime Agri Resources Tbk (SGRO) mencatatkan penurunan kinerja sepanjang kuartal I 2026.

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan SGRO sebesar Rp 1,25 triliun sepanjang kuartal I 2026. Ini turun 23,06% dari Rp 1,63 triliun di kuartal I 2025.

Segmen produk kelapa sawit menyumbang sebesar Rp 1,2 triliun ke total pendapatan. Lalu, segmen kecambah berkontribusi Rp 46,82 miliar dan segmen lain-lain Rp 1,2 miliar.


Baca Juga: UEA Keluar Dari OPEC, Harga Minyak Mentah WTI Sentuh Level US$ 100 per Barel

Di tengah penurunan pendapatan, beban pokok penjualan naik dari Rp 1,03 triliun menjadi Rp 1,04 triliun di akhir Maret 2026.

Laba bruto turun 64,11% secara tahunan alias year on year (YoY) menjadi Rp 596,98 miliar di kuartal I 2026, dari sebelumnya Rp 214,23 miliar.

Alhasil, laba bersih menjadi Rp 107,93 miliar di akhir Maret 2026, turun 67,7% YoY dari Rp 334,23 miliar.

Laba per saham dasar menjadi Rp 59 per kuartal I 2026, turun dari Rp 184 di periode sama tahun lalu.

Per 31 Maret 2026, SGRO punya total aset Rp 8,68 triliun. Ini turun dari Rp 9,96 triliun per 31 Maret 2025.

Total liabilitas perseroan sebesar Rp 3,54 triliun di akhir Maret 2026, turun dari Rp 4,92 triliun di akhir Desember 2025. Sementara, jumlah ekuitas tercatat Rp 5,14 triliun per kuartal I 2026, naik dari Rp 5,03 triliun di akhir tahun 2025.

SGRO memiliki kas dan setara kas akhir periode sebesar Rp 1,64 triliun di akhir Maret 2026, naik dari Rp 592,56 miliar di periode sama tahun lalu.

Baca Juga: Era Media Sejahtera (DOOH) Raup Laba Bersih Rp 4,32 Miliar pada Kuartal I-2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News