Prime Agri Resources (SGRO) Optimistis Produksi di Kuartal II 2026 Lebih Baik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Prime Agri Resources Tbk (SGRO) mengaku optimistis produksi minyak kelapa sawit alias crude palm oil (CPO) di kuartal II 2026 bisa lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya

Head of Investor Relation SGRO, Stefanus Darmagiri mengatakan, produksi CPO perseroan pada kuartal kedua 2026 akan lebih baik jika dibandingkan dengan kuartal I-2026. 

“Hal ini disebabkan kondisi cuaca yang lebih kondusif,” ujarnya kepada Kontan, Rabu (29/7/2026).


Adapun indikasi produksi CPO bulan Juni 2026 lebih baik jika dibandingkan pada bulan Mei 2026. Sayangnya, SGRO belum menyebutkan angka pasti produksi perseroan per akhir semester I 2026.

Baca Juga: Prime Agri Resource (SGRO) Catat Penurunan Kinerja Sepanjang Kuartal I 2026

“Dengan perkiraan produksi pada semester II 2026 akan lebih baik pada semester I 2026, kami memperkirakan produksi pada 2026 akan lebih baik dari tahun sebelumnya dan sesuai dengan budget target produksi,” ungkapnya.

Stefanus bilang, strategi utama di tahun 2026 yang dilakukan oleh SGRO adalah meningkatkan produktivitas CPO melalui Best Agronomy Practices.

Pertama, SGRO melanjutkan program intensifikasi yang telah berjalan pada tahun-tahun sebelumnya seperti mekanisasi, water management sistem, dan peningkatan infrastruktur.

Kedua, melakukan kegiatan penanaman kembali (replanting) untuk menjaga rata-rata umur tanaman perseroan yang optimal.

 
SGRO Chart by TradingView

Ketiga , melakukan digitalisasi untuk meningkatkan monitoring, efektivitas produksi dan efisiensi kerja di kebun.

“Sehingga, diharapkan dapat meningkatkan kinerja operasional perseroan,” paparnya.

Baca Juga: Ada Transaksi Crossing Saham Prime Agri Resources (SGRO), Ini Respons BEI

Per kuartal I 2026, pendapatan dari kontrak dengan pelanggan SGRO sebesar Rp 1,25 triliun. Ini turun 23,06% dari Rp 1,63 triliun di kuartal I 2025.

Laba bersih menjadi Rp 107,93 miliar di akhir Maret 2026, turun 67,7% YoY dari Rp 334,23 miliar.

Pada pemberitaan sebelumnya, SGRO sempat menyatakan bahwa perseroan menargetkan produksi CPO dan tandan buah segar (TBS) bisa tumbuh hingga 5% di tahun 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News