Prioritas Land jajal bisnis hotel



JAKARTA. Melihat potensi bisnis perhotelan di Bekasi, PT Prioritas Land Indonesia (PLI) mengubah peruntukan dua menara dari empat menara di proyek Indigo @ Bekasi, dari semula apartemen menjadi hotel. Pengembang ini juga sudah meneken nota kesepahaman dengan Accor untuk mengelola hotel tersebut.

Kelak Indigo punya dua hotel, yaitu Ibis di kelas ekonomi dan Mercure menyasar segmen menengah. Kedua hotel ini berkapasitas 300 kamar.

Menurut Presiden Direktur Prioritas Land Indonesia Marcellus Chandra, menjamurnya industri mulai skala kecil sampai skala raksasa di Bekasi memicu tingginya permintaan hotel, termasuk bisnis meeting, incentives, convention, and exhibition (MICE). Sementara pasokan hotel di Bekasi baru sekitar 800 kamar.


Selain hotel, ada dua menara apartemen sebanyak kurang lebih 1.500 unit. PLI mengklaim penjualan apartemen untuk kelas menengah ini sudah mencapai 50% meski proyek belum mulai dibangun. "Peletakan batu pertama diundur menjadi awal 2015 karena ada perubahan desain dari apartemen menjadi hotel," ujar Marcellus kepada KONTAN, Senin (24/11). 

Targetnya, pembangunan proyek dengan investasi senilai Rp 500 miliar ini rampung pada 2017 nanti.

Selain Indigoi, PLI juga sedang menyiapkan peletakan batu pertama proyek lainnya yaitu superblok K2 Park dan perumahan Airia, keduanya di Tangerang pada awal 2015. Adapun pembangunan proyek  yang sedang berlangsung adalah Majestic Point Serpong Tangerang dan Majestic Water Village Uluwatu Bali.

Selan itu, Prioritas Land tengah membidik lahan di Slipi Jakarta Barat dan Ungasan Bali, masing-masing seluas 3.000 meter persegi (m²) dan 3 ha. Akuisisi lahan di Slipi bernilai Rp 40 miliar sedangkan di Bali Rp 300 miliar. PLI  akan mendirikan apartemen dan hotel di Slipi awal 2015, sementara di Bali, bangun villa juga awal tahun depan.

Melalui ekspansi ini, PLI menargetkan meraup marketing sales Rp 650 miliar di akhir 2014, melebihi target semula Rp 600 miliar. Sementara target marketing sales 2015 dipatok Rp 1 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Markus Sumartomjon