PRISM Perkuat Bisnis Hospitality di Nusa Penida, Siapkan 11 Properti



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PRISM, perusahaan induk OYO, memperluas jaringan hospitality ke Nusa Penida, Bali, dengan mengoperasikan 11 properti melalui berbagai brand akomodasi. Ekspansi ini dilakukan seiring dengan pengembangan Nusa Penida sebagai salah satu destinasi pariwisata yang semakin mendapat perhatian di Bali.

Business Head SEAME & LATAM PRISM, Pawas Sharma mengatakan, ekspansi ke destinasi yang tengah berkembang merupakan bagian dari strategi PRISM untuk memperluas jaringan hospitality di pasar dengan potensi pertumbuhan.

“Ekspansi ke destinasi yang sedang berkembang merupakan bagian dari strategi PRISM untuk membangun jaringan hospitality yang lebih luas di pasar-pasar dengan potensi pertumbuhan,” ujar Pawas dalam keterangan resmi, Jumat (18/9/2026).


Menurut dia, Nusa Penida menjadi salah satu contoh perkembangan destinasi yang berjalan beriringan dengan kebutuhan akomodasi. Melalui portofolio multi-brand dan model Company Serviced, PRISM dapat menyesuaikan pilihan akomodasi dengan karakteristik masing-masing pasar sekaligus membuka peluang bagi pemilik properti.

Baca Juga: Induk Hotel OYO, Prism Bidik Pasar Premium, Rilis Resto & Bar di Legian Bali

Adapun kehadiran PRISM di Nusa Penida saat ini mencakup 11 properti dengan berbagai brand dan konsep akomodasi. Portofolio tersebut terdiri dari Collection O near Kutampi Beach Gedhong Hostel Nusa Penida, Belvilla Bhavana Cottage, Belvilla Bakung Cozy Cottage, Belvilla The Tamarin Villas, Belvilla The Cemok Cottage, Townhouse Oak Hotel Grand Puri, Townhouse Oak Favorit Bungalows, Belvilla Menjangan Dive Lodge, Belvilla D'Vayana Nusa Hotel, Collection O near Nusa Penida Beach dan Belvilla near Sampalan Beach.

Sebagian properti tersebut juga merupakan bagian dari Company Serviced. Melalui model ini, PRISM memberikan dukungan kepada pemilik properti dalam aspek pengelolaan, teknologi, distribusi dan operasional.

Country Head PRISM Indonesia ,Abhijeet Singh mengatakan, perkembangan destinasi seperti Nusa Penida menjadi bagian penting dari pertumbuhan pariwisata Indonesia ke depan. Menurutnya, pengembangan infrastruktur, tata kelola dan daya tarik wisata perlu diikuti dengan ketersediaan akomodasi yang memadai.

“Kami melihat perkembangan destinasi seperti Nusa Penida sebagai bagian penting dari pertumbuhan pariwisata Indonesia ke depan. Ketika pemerintah daerah terus mengembangkan infrastruktur, tata kelola, dan daya tarik wisata, sektor hospitality juga memiliki peran untuk memastikan ketersediaan akomodasi dapat tumbuh sejalan dengan perkembangan destinasi,” kata Abhijeet.

Ekspansi tersebut hadir di tengah upaya Nusa Penida mendorong pola perjalanan wisatawan yang lebih panjang. Berdasarkan Rencana Pengembangan Pariwisata Nusa Penida 2025–2029, Pemerintah Kabupaten Klungkung menargetkan rata-rata lama tinggal wisatawan mencapai tiga hari pada 2026.

Baca Juga: PRISM Perluas Bisnis Hospitality, Palette Masuk Jabodetabek

Selain itu, pemerintah daerah menargetkan tingkat okupansi akomodasi mencapai 40,86%. Target tersebut mencerminkan arah pengembangan Nusa Penida sebagai destinasi yang tidak hanya mengandalkan kunjungan singkat, tetapi juga mendorong wisatawan tinggal lebih lama dan mengeksplorasi kawasan secara lebih menyeluruh.

Bagi industri hospitality, kondisi tersebut membuka peluang untuk menyediakan akomodasi dengan berbagai segmen dan model pengelolaan. Pilihan akomodasi yang beragam dinilai dapat menyesuaikan kebutuhan wisatawan sekaligus mendukung kapasitas destinasi dalam mengakomodasi pola perjalanan yang lebih panjang.

Abhijeet menambahkan, ekspansi PRISM tidak hanya ditujukan untuk menambah jumlah properti, tetapi juga membangun jaringan hospitality yang dapat berkembang bersama destinasi wisata.

Baca Juga: Tren Libur Sekolah Bergeser, PRISM Catat Pemesanan Tertinggi di Solo&Malang Meningkat

“Bagi kami, ekspansi bukan hanya mengenai menambah jumlah properti, tetapi juga mengenai bagaimana jaringan hospitality dapat tumbuh bersama destinasi,” ujarnya.

Menurut Abhijeet, semakin berkembangnya sebuah kawasan sebagai tujuan wisata akan meningkatkan kebutuhan terhadap akomodasi dengan standar pengelolaan, akses distribusi dan kemampuan memenuhi kebutuhan wisatawan.

Dari sisi bisnis, ekspansi ke Nusa Penida juga menjadi bagian dari strategi PRISM untuk mengembangkan portofolio multi-brand yang dapat disesuaikan dengan karakteristik pasar dan kebutuhan pemilik properti.

PRISM menyatakan akan terus mengeksplorasi peluang pertumbuhan di destinasi-destinasi berkembang lainnya di Indonesia. Melalui kombinasi berbagai brand dan model pengelolaan, perusahaan menargetkan jaringan hospitality dapat tumbuh sejalan dengan perkembangan pariwisata lokal dan nasional.

Baca Juga: PRISM Luncurkan Hotel Sunday Kedua di Jababeka, Sasar Segmen Business Travel

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News