Privy Catat Hampir 13 Juta Dokumen Digital Terverifikasi Sejak Awal 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyedia layanan identitas dan tanda tangan digital, PT Privy Identitas Digital (Privy) telah memverifikasi hampir 13 juta dokumen digital melalui tanda tangan digital sejak awal 2026.

CEO & Founder Privy, Marshall Pribadi mengatakan, urgensi dalam verifikasi dokumen semakin nyata seiring dengan upaya scam yang mencapai lebih dari 1.000 kasus setiap harinya, berdasarkan laporan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Hal ini dinilai menjadi salah satu tantangan terbesar dalam meningkatkan kepercayaan di ruang digital.


Untuk itu, Privy kini memperluas akses pengecekan dokumen bukan hanya melalui website, tetapi juga pada aplikasi web dan mobile Privy.

Baca Juga: Aktivitas Tanda Tangan Elektronik di Privy Naik Hampir 250% YoY pada Kuartal I-2026

Selain itu, dari dokumen diterima pengguna melalui berbagai platform seperti WhatsApp dan e-mail pun dapat langsung diverifikasi dengan fitur “open with” Privy, sehingga verifikasi dokumen pun semakin mudah dilakukan oleh masyarakat.

“Dengan banyaknya dokumen digital yang beredar dengan mudah, kehadiran alat yang dapat memverifikasi dokumen menjadi sangat penting, dan di sinilah peran Privy berada,” ujarnya dalam siaran pers, Senin (27/4/2026).

Melalui Privy, ketika masyarakat menerima dokumen digital yang secara visual terlihat lengkap dengan tanda tangan elektronik, Marshall bilang mereka dapat langsung memverifikasi dokumen tersebut dalam hitungan detik untuk memastikan keaslian tanda tangan elektroniknya. 

“Dengan begitu, masyarakat bukan hanya bisa berhati-hati, namun juga betul-betul membuktikan keaslian tanda tangan digital pada dokumen yang diterima sebelum mengambil tindakan,” ujar Marshall.

Baca Juga: Gandeng Privy, Ruangguru Terapkan 100% Digitalisasi Tanda Tangan Dokumen

Asal tahu saja, saat ini Privy telah mencatat 159 juta dokumen digital ditandatangani. Pada kuartal I-2026 pun Privy mencatat peningkatan aktivitas tanda tangan hingga hampir 250% secara tahunan mencapai lebih dari 32 juta tanda tangan dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 10 juta aktivitas tanda tangan di platformnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News