KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Prodia Widyahusada Tbk (
PRDA) resmi membuka layanan Stem Cell Clinic by Prodia sebagai bagian dari pengembangan bisnis berbasis terapi regeneratif. Meski demikian, kontribusi finansial dari klinik ini diperkirakan belum akan terlihat dalam jangka pendek.
Baca Juga: Whisky Live Jakarta 2026 Satukan Whisky, Wine, dan Sake daam Satu Platform Direktur Utama Prodia Dewi Muliaty mengatakan bahwa perusahaan membutuhkan waktu sekitar tiga tahun untuk melihat dampak signifikan dari klinik tersebut terhadap kinerja perseroan. “Perlu waktu untuk mengembangkan suatu produk hingga benar-benar andal (reliable) dan sesuai dengan regulasi yang berlaku,” ujarnya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026). Menurut Dewi, klinik stem cell ini telah dipersiapkan sejak tahun lalu dan dikembangkan sebagai unit bisnis baru yang bersifat startup. Layanan ini juga menjadi tambahan (
value-added service) di Prodia Senior Health Center (PSHC), yang sebelumnya sudah lebih dulu menghasilkan pendapatan dan melewati masa pengembalian investasi (
payback period). “PSHC-nya sendiri sudah menghasilkan. Jadi layanan stem cell ini sifatnya tambahan, bukan yang langsung memberikan margin besar dalam waktu singkat,” jelasnya.
Baca Juga: Prodia (PRDA) Nilai Dampak Pelemahan Rupiah Terbatas, Bisnis Tetap Terjaga Ke depan, keberadaan klinik ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah sekaligus membuka sumber pendapatan baru bagi PRDA, meski kontribusinya tidak hanya berasal dari satu lini bisnis tersebut. Prodia sendiri memiliki sekitar 30% kepemilikan saham dalam entitas yang mengelola layanan
stem cell tersebut, yakni ProSTEM. Kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mengembangkan terapi berbasis sel punca dan pengobatan regeneratif. Dewi juga mengungkapkan bahwa layanan serupa akan diperluas ke sejumlah kota besar lainnya, meski belum merinci lokasi dan waktu ekspansinya. Sebagai informasi, Prodia terus memperkuat posisinya di sektor layanan kesehatan dengan menghadirkan inovasi berbasis diagnostik, preventif, dan
wellness.
Baca Juga: Prodia (PRDA) Resmikan Stemcell Clinic, Perkuat Layanan Terapi Regeneratif Setelah mengakuisisi 30% saham ProSTEM, perusahaan juga mendorong pengembangan layanan berbasis riset, termasuk biomarker, uji genetik, serta integrasi data diagnostik. Selain itu, kolaborasi ini turut mencakup kegiatan edukasi bagi masyarakat dan tenaga medis melalui berbagai forum seperti webinar, workshop, hingga kongres berskala nasional maupun internasional. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News