Prodia (PRDA) Gaet Lebih dari 888 Ribu Pelanggan Baru Sepanjang 2025



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) berhasil meningkatkan jumlah pelanggan dan ekspansi bisnis pada tahun 2025 lalu.

Direktur Keuangan Prodia, Liana Kuswandi memaparkan bahwa perseroan berhasil memperoleh lebih dari 888.000 pelanggan baru sepanjang 2025. Hal ini juga seiring dengan total lebih dari 20 juta tes yang telah dilakukan Prodia sepanjang tahun.

Ia mengatakan, kinerja kanal digital melalui U by Prodia menunjukkan peningkatan, dengan lebih dari 2,9 juta downloader atau tumbuh 70% YoY, peningkatan total nilai transaksi (transaction value) sebesar 37%, serta rata-rata Monthly Active User (MAU) mencapai 94%. 


Selain itu, jumlah kunjungan ke layanan perseroan tercatat lebih dari 2,79 juta kunjungan. 

Baca Juga: Eskpansi Layanan Kesehatan, Prodia (PRDA) Luncurkan Health Shop di U by Prodia

Sementara itu, ekspansi jaringan juga menjadi salah satu fokus utama Perseroan sepanjang tahun 2025, dengan penambahan 1 lab medis, 2 genomic site, dan 71 POC. 

Dengan demikian, per akhir 2025, perseroan telah memiliki 402 outlet yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia, serta memperluas kemitraan internasional ke Taiwan, Malaysia, dan Timor Leste.

Pada tahun 2026, lanjut Liana, pihaknya akan fokus meningkatkan kualitas pendapatan melalui bauran tes bernilai tinggi seperti tes-tes esoterik dan layanan diagnostik klinis yang semakin komprehensif. 

Baca Juga: Prodia Perkuat Bisnis Terapi Regeneratif dan Ekspansi Diagnostik pada 2026

"Di sisi operasional, kami juga akan mengoptimalkan utilisasi jaringan dan klinik untuk mendorong pertumbuhan volume sekaligus menjaga kualitas layanan dan keberlanjutan margin," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (12/3/2026).

Ekspansi jaringan, kata Liana, juga akan kembali dilakukan dengan selektif dan terukur, guna mempertahankan momentum pertumbuhan serta memperkuat posisi keuangan jangka panjang.

Untuk diketahui, sepanjang 2025, pendapatan PRDA meningkat 1,31% year-on-year (yoy) ke Rp 2,28 triliun. Sementara itu, laba bersih tercatat menurun 23% ke Rp 207 miliar.

Baca Juga: Strategi Prodia Widyahusada (PRDA) Capai Pertumbuhan Kinerja pada 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News