Prodia (PRDA) Gandeng UMP Gelar Skrining Thalassemia untuk 1.000 Peserta



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) kembali menggelar program edukasi dan skrining thalassemia sebagai bagian dari kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR). Tahun ini, Prodia menggandeng Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) untuk memperluas program tersebut ke wilayah Banyumas.

Melalui kolaborasi tersebut, Prodia dan UMP menggelar Seminar dan Skrining Thalassemia di Auditorium Ukhuwah Islamiyah UMP pada 17 September 2026. Kegiatan ini menyasar sekitar 1.000 mahasiswa UMP.

Program tersebut merupakan bagian dari implementasi pilar keberlanjutan Prodia, yakni Promoting Healthcare Services for All dan Involving People. Kegiatan ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 3 atau Good Health and Well-being melalui perluasan akses pemeriksaan kesehatan, edukasi dan keterlibatan generasi muda dalam menjaga kesehatan.


Baca Juga: XCMG Bangun Fasilitas Remanufaktur Komponen Peralatan Pertambangan di Balikpapan

Kegiatan tersebut diresmikan oleh Bupati Banyumas yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan Banyumas dr. Dani Esti Novia, bersama Rektor UMP Prof. Dr. Jebul Suroso, Finance & Sustainability Director PT Prodia Widyahusada Tbk Marina Eka Amalia, Ketua III Yayasan Thalassemia Indonesia (YTI) Kabupaten Banyumas Wahyono serta Ketua Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalassemia Indonesia (POPTI) Kabupaten Banyumas Siti Aminah.

Dalam sambutan Bupati Banyumas yang dibacakan Kepala Dinas Kesehatan Banyumas, pemerintah daerah mengapresiasi pelaksanaan edukasi dan skrining thalassemia yang melibatkan generasi muda. Kolaborasi antara pemerintah daerah, institusi pendidikan, layanan kesehatan dan pemangku kepentingan dinilai penting untuk memperluas edukasi kesehatan serta meningkatkan kesadaran terhadap langkah preventif.

Bupati juga mendorong mahasiswa yang mengikuti kegiatan untuk membagikan pengetahuan mengenai thalassemia kepada keluarga dan teman. Menurutnya, upaya menjaga kesehatan dan memutus mata rantai thalassemia merupakan tanggung jawab bersama.

Saat ini, terdapat sekitar 657 pasien thalassemia di Banyumas yang menjalani perawatan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo dan RSUD Banyumas.

“Kalau berbicara soal Thalassemia, ada pasien yang butuh perawatan dan pengobatan berkelanjutan, ada keluarga yang terus menerus mendampingi, ada biaya dan perhatian yang harus diberikan berkelanjutan,” kata Bupati Banyumas dalam keterangan resmi, Kamis (17/9/2026).

Karena itu, upaya memutus mata rantai thalassemia dinilai tidak cukup hanya melalui pengobatan pasien, tetapi juga perlu dilakukan melalui pencegahan. Pemerintah daerah berharap kegiatan skrining dan edukasi tersebut dapat meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap kondisi kesehatan sekaligus menjadi bagian dari upaya pencegahan thalassemia.

Sejalan dengan hal tersebut, Rektor UMP Prof. Dr. Jebul Suroso menilai kolaborasi dengan Prodia memberikan nilai positif bagi mahasiswa, terutama dalam memperluas pemahaman mengenai thalassemia, manfaat skrining serta pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

Finance & Sustainability Director PT Prodia Widyahusada Tbk Marina Eka Amalia mengatakan, kolaborasi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat, termasuk di kalangan generasi muda.

Baca Juga: AMPHURI Sebut Layanan Umrah Belum Terdampak Signifikan Isu Keamanan Saudi

“Bagi Prodia, mendukung kesehatan masyarakat berarti hadir tidak hanya ketika seseorang membutuhkan pemeriksaan, tetapi juga sejak langkah awal untuk lebih mengenal dan menjaga kesehatannya. Melalui program ini, kami ingin mendampingi generasi muda membangun kesadaran bahwa menjaga kesehatan dapat dimulai sejak dini, melalui edukasi, langkah preventif, dan pemahaman yang lebih baik terhadap kondisi diri,” ujar Marina.

Thalassemia merupakan kelainan darah yang berkaitan dengan pembentukan hemoglobin dan dapat diturunkan secara genetik. Sementara itu, seseorang yang membawa sifat thalassemia atau carrier dapat terlihat sehat dan tidak selalu menunjukkan gejala.

Karena itu, edukasi dan skrining menjadi bagian penting untuk membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatan lebih awal. Dalam program di UMP, pengambilan sampel dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kapasitas pemeriksaan dan stabilitas sampel.

Dengan target 1.000 peserta, pengambilan sampel dilakukan pada 17 September hingga 24 September 2026 di kawasan UMP.

Rangkaian kegiatan juga menghadirkan seminar bersama Klinisi Patologi Klinik dan Dokter Spesialis Imunologi Prof. Tonang Dwi Ardyanto serta Dosen Fakultas Kedokteran UMP Dr. dr. Dewi Karita. Selain itu, terdapat sesi berbagi bersama Dinar Faiza, Ketua PPTI, dan Siti Aminah selaku Ketua POPTI Banyumas.

Prof. Tonang menjelaskan, Indonesia termasuk wilayah dengan prevalensi thalassemia yang cukup tinggi. Sekitar 3% hingga 10% populasi disebut merupakan pembawa sifat thalassemia.

Baca Juga: Menteri Zulhasl Groundbreaking PSEL Bogor Raya 1, Ditargetkan Rampung pada 2027

“Indonesia berada di kawasan thalassemia belt dan menjadi salah satu wilayah dengan angka hemoglobinopati yang cukup tinggi,” ujar Tonang.

Selain seminar dan skrining, kegiatan juga dilengkapi sesi berbagi bersama YTI dan POPTI Banyumas serta aktivitas edukatif yang melibatkan mahasiswa. Prodia dan UMP turut mengadakan kompetisi konten mengenai thalassemia dan video blogging selama kegiatan CSR berlangsung.

Program CSR edukasi dan skrining thalassemia telah dijalankan Prodia secara berkelanjutan sejak 2010. Ke depan, perseroan berkomitmen untuk memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan manfaat program serta mendorong semakin banyak masyarakat memahami pentingnya edukasi dan skrining thalassemia.

Hingga 30 Juni 2026, Prodia telah mengoperasikan 392 outlet yang tersebar di 82 kota, 111 kabupaten dan 34 provinsi di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News