Prodia (PRDA) Targetkan 20.000 Peserta Skrining Demensia Gratis di 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) kembali menggelar Program Skrining Demensia Gratis pada 2026. Program ini menargetkan 20.000 peserta usia lanjut di berbagai wilayah Indonesia.

Langkah ini merupakan kelanjutan dari program serupa pada 2024-2025 yang berhasil menjangkau 40.000 peserta secara nasional. Sepanjang 2025 saja, jumlah peserta mencapai hampir 30.000 orang atau lebih dari 140% dari target 20.000 peserta.

Direktur Business & Marketing Prodia, Indriyanti Rafi Sukmawati, mengatakan tingginya partisipasi menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat, khususnya kelompok usia lanjut, terhadap pentingnya deteksi dini demensia.


Baca Juga: IBC Targetkan Industri Daur Ulang Baterai EV Beroperasi 2029–2030, Cek Persiapannya

“Hal ini menandakan semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap risiko demensia serta pentingnya deteksi dini untuk menjaga kualitas hidup di usia lanjut,” kata Indriyanti dalam keterangan resmi, Senin (9/2/2026).

Program skrining ini ditujukan bagi masyarakat berusia 50 tahun ke atas dan dilakukan di cabang Klinik Prodia. Pemeriksaan diawali dengan Kuesioner AD-8 INA, kemudian dilanjutkan dengan tes MOCA-INA oleh dokter Prodia bagi peserta dengan skor tertentu.

Peserta yang terindikasi mengalami penurunan fungsi kognitif akan diarahkan untuk pemeriksaan lanjutan dan konsultasi dengan dokter spesialis saraf atau internis geriatri di Prodia Senior Health Centre yang tersedia di Jakarta, Surabaya, dan Makassar.

Berdasarkan data Alzheimer’s Disease International, sekitar 55 juta orang di dunia hidup dengan demensia dan jumlah tersebut diperkirakan meningkat tiga kali lipat pada 2050. Di Indonesia, jumlah pengidap demensia diperkirakan telah mencapai lebih dari 1,2 juta orang.

AVP Business Prodia, Indri Marya Wulandari, menambahkan bahwa program ini tidak hanya menyediakan layanan pemeriksaan, tetapi juga edukasi serta rujukan lanjutan sesuai kebutuhan peserta.

Baca Juga: Prospek Industri Hotel 2026 Tertekan, PHRI Wanti-Wanti Risiko Okupansi Turun

Prodia menyebut program ini merupakan bagian dari implementasi pilar Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya aspek sosial melalui penyediaan layanan kesehatan yang inklusif, serta sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 3 tentang kesehatan yang baik dan kesejahteraan.

Melalui perluasan inisiatif ini, PRDA berharap masyarakat semakin proaktif menjaga kesehatan otak dan melakukan langkah preventif guna menurunkan risiko demensia.

Selanjutnya: IBC Targetkan Industri Daur Ulang Baterai EV Beroperasi 2029–2030, Cek Persiapannya

Menarik Dibaca: IHSG Berpeluang Menguat, Cek Rekomendasi Saham BRI Danareksa Sekuritas Rabu (11/2)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News