Prodia Widyahusada (PRDA) Siapkan strategi untuk Genjot Pertumbuhan Bisnis



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) menyiapkan berbagai strategi untuk mencapai pertumbuhan yang lebih baik di tahun 2024. Strategi-strategi tersebut dijalankan untuk memberikan pelayanan yang berkualitas dengan berbasis customer centric.

Direktur Bisnis & Pemasaran PRDA Indriyanti Rafi Sukmawati menyatakan, Prodia tetap konsisten untuk meluncurkan minimal 10 tes baru setiap tahunnya. Saat ini, PRDA sendiri sudah menawarkan lebih dari 3.000 jenis tes yang tersedia bagi masyarakat, baik untuk preventif maupun tes yang bersifat rutin.

Prodia Widyahusada juga berkomitmen untuk terus melakukan pembaharuan dan memperbanyak layanan konsultasi dokter di klinik Perseroan dan melalui aplikasi digital ProdiaLink. 


Baca Juga: Prodia Widyahusada (PRDA) Mengkaji Pembangunan Jejaring Laboratorium Klinik di IKN

“Untuk membangun kesadaran menjaga kesehatan tubuh, Perseroan juga menghadirkan layanan vaksinasi yang dapat diakses oleh pelanggan melalui aplikasi U by Prodia,” ungkap Indriyanti, kepada Kontan.co.id, pada Jumat (26/1) lalu. 

Indriyanti mengatakan, sebagai bentuk sinergisme layanan kesehatan, PRDA juga terbuka untuk peluang kerja sama strategis dalam menghadirkan akses layanan kesehatan yang komprehensif dan terintegrasi bersama mitra strategis, baik lokal maupun internasional. 

Terkait dengan ekspansi outlet, pihaknya menyebutkan bahwa di tahun 2024 ini PRDA lebih berfokus untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan existing outlet, guna memberikan kenyamanan pelanggan dalam memperoleh layanan kesehatan dan diagnostik.

Berbagai upaya dan efisiensi pun dilakukan Prodia untuk dapat menjaga perolehan laba positif di tahun 2024 ini. Pihaknya optimistis dengan berbagai strategi dan program di sepanjang tahun 2024 ini dapat mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi dari pertumbuhan tahun 2023.

Pada tahun ini, Prodia menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (Capex) sebesar Rp 250-Rp 300 miliar. Dia memerinci, 30%-35% capex akan digunakan untuk pengembangan teknologi informasi & digital, dan 40%-45% sisanya untuk pengembangan & peningkatan kapasitas alat laboratorium, dan dan sisanya untuk pengembangan outlet.

 
PRDA Chart by TradingView

PRDA belum merilis secara resmi laporan keuangan tahun buku 2023. Adapun, per kuartal III-2023,  pendapatan PRDA mencapai Rp 1,61 triliun. Angka ini naik tipis 2,08% secara tahunan (yoy) daripada Rp 1,57 triliun pada posisi yang sama tahun sebelumnya. 

Jika dirinci berdasarkan jenis pendapatan, pendapatan rutin menjadi kontributor utama dengan nilai mencapai Rp 1,11 triliun. Kemudian disusul oleh pendapatan esoterik dan non-laboratorium yang berkontribusi masing-masing senilai Rp 377,78 miliar dan Rp 122,12 miliar. 

Hingga akhir September 2023, PRDA mencetak laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 235,67 miliar. Namun sayang, laba bersih PRDA menurun 14,36% yoy daripada Rp 275,20 miliar pada posisi yang sama tahun sebelumnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .