Produk Makanan dan Minuman Lokal Catat Potensi Transaksi Rp 107,17 Miliar di UEA



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produk makanan dan minuman Indonesia mencatatkan potensi transaksi US$ 6,69 juta atau sekitar Rp 107,17 miliar dalam pameran Gulfood 2026 yang berlangsung di Uni Emirat Arab (UAE) pada 26-30 Januari 2026.

Konsul Jenderal RI Dubai Denny Lesmana mengatakan, peningkatan potensi transaksi memberi sinyal positif kehadiran produk mamin Indonesia di UEA. “Peningkatan capaian potensi transaksi lebih dari 60%  menandakan tingginya animo pelaku usaha di UEA terhadap produk mamin Indonesia. Pameran 

ini juga memberikan eksposur lebih luas bagi produk mamin Indonesia,” kata Denny, dalam keterangan resmi, Jumat (13/2/2026).


Baca Juga: Transformasi Dunia Kerja, Kemnaker Dorong Shopee Affiliate Buka Peluang Kerja Baru

Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Dubai, Widy Haryono menambahkan, makin beragamnya pengunjung dari berbagai negara ke Paviliun Indonesia menandakan semakin luasnya jangkauan promosi produk secara global.

Widy bilang, berdasarkan formulir kontak dagang, hingga hari terakhir pelaksanaan, tercatat minat terhadap produk-produk mamin Indonesia yang meliputi minyak kelapa, lemak padat  (shortening), margarin, minyak goreng sawit, kental manis (condensed milk), mi instan, produk kacang-kacangan, biskuit, kue kering, kopi instan, bumbu-bumbu, teh siap minum, teh susu, dan teh jeli. 

“Nilai potensi transaksi ini masih akan terus berkembang seiring proses penghimpunan data yang masih dilakukan ITPC Dubai dengan peserta lainnya,” imbuh Widy.

Adapun Gulfood 2026 diikuti 8.500 peserta dari 195 negara dan menampilkan hingga 1,5 juta produk mamin. Sementara itu, Paviliun Indonesia menghadirkan 55 pelaku usaha Indonesia.

Baca Juga: Impor Energi US$15 Miliar dari AS, Intip Peluang dan Risikonya

Sebagai informasi, Kementerian Perdagangan mencatat, total nilai perdagangan Indonesia-UEA pada 2025 adalah sebesar US$ 6,44 miliar, naik 26,93% dari tahun 2024 yang senilai US$ 5,07 miliar.

Ekspor Indonesia ke UEA tercatat sebesar US$ 4,03 miliar, sedangkan impor dari UEA sebesar US$ 2,41 miliar. Indonesia surplus US$ 1,62 miliar terhadap UEA.

Komoditas ekspor utama Indonesia ke UEA, di antaranya adalah barang perhiasan dari logam mulia, minyak kelapa sawit, mobil untuk pengangkutan orang, produk setengah jadi dari besi atau baja bukan paduan, dan perangkat telepon.

Sedangkan, impor Indonesia di antaranya termasuk emas dalam bentuk setengah jadi, minyak petroleum, gas hidrokarbon, belerang dari segala jenis, dan aluminium tidak

ditempa.

Selanjutnya: Dukung MBG, Polri Kembangkan Alat Tes Keamanan Pangan

Menarik Dibaca: 46% Orang Indonesia Dehidrasi Ringan, Ini Tips Cukupi Cairan Khususnya Saat Puasa

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News