Produk Pangan Olahan Lokal Raup Transaksi Rp 150,7 Miliar di Pasar Amerika



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produk pangan olahan Indonesia membukukan transaksi US$ 8,3 juta atau sekitar Rp 150,7 miliar dalam pameran Summer Fancy Food Show (SFFS) 2026 di New York, Amerika Serikat (AS) yang digelar 28-30 Juni 2026.

Atase Perdagangan (Atdag) RI Washington D.C., Ranitya Kusumadewi mengatakan raihan potensi transaksi tersebut merupakan awal dari proses menuju realisasi ekspor. Untuk itu, ia menyebut pihaknya terus mengawal tindak lanjut setiap peluang bisnis melalui fasilitasi komunikasi antara eksportir Indonesia dan calon buyer.

Pendampingan negosiasi bisnis serta pemantauan perkembangan kerja sama, kata Ranitya, juga terus dilakukan agar potensi transaksi pada SFFS 2026 dapat segera dikonversi menjadi kontrak dagang dan ekspor yang berkelanjutan.


Baca Juga: Jasa Marga Raih Pendanaan dari BSI Senilai Rp 1,56 Triliun untuk Infrastruktur Hijau

Menurut Ranitya, dari penyelenggaraan SFFS 2026, tempe menjadi produk Indonesia yang memiliki prospek terbesar untuk dikembangkan di pasar AS.

Hal ini dipicu peningkatan tren konsumsi pangan nabati, makanan fermentasi, gaya hidup sehat yang mengerek permintaan.

"Tingginya minat buyer perlu diimbangi dengan kesiapan pelaku usaha dalam menjaga kapasitas produksi, konsistensi pasokan, pemenuhan standar mutu, serta penguatan kemasan dan strategi pemasaran," kata Ranitya dalam keterangan resmi, Jumat (31/7/2026).

Di antara sejumlah pelaku usaha yang ditampilkan di Paviliun Indonesia, di antaranya ada Exotique Foods, Trully Amazing One, dan Bos Tempeh, merupakan agregator maupun produsen produk Indonesia yang dikelola diaspora Indonesia di AS. 

Selanjutnya, terdapat PT Manohara Asri (Mayasi) dengan produk berbasis kacang-kacangan dan PT Indowooyang (Sweetatoes) dengan produk pangan olahan berbasis ubi.

Poduk binaan Bank Mandiri berupa teh specialty dari jenama Silatea dan kerupuk kulit ikan dari jenama Fisnack juga turut ditampilkan.

Berdasarkan catatan Kementerian Perdagangan, AS merupakan pasar ekspor pangan terbesar kedua bagi Indonesia setelah Tiongkok. Pada 2025, nilai ekspor produk pangan Indonesia ke AS tercatat sebesar US$ 5,97 miliar, naik 14,06% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar US$ 5,23 miliar. 

Nilai tersebut berkontribusi sekitar 10,1% terhadap total ekspor pangan Indonesia ke pasar dunia yang mencapai US$ 59,04 miliar pada 2025. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News