Produk penanggulangan Covid-19 mendominasi transaksi Indofarma (INAF)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten farmasi pelat merah, PT Indofarma Tbk (INAF) mengungkapkan banyak transaksi bisnis yang akan terjadi di pengujung tahun ini. Khususnya adalah transaksi untuk produk yang berhubungan dengan penanggulangan Covid-19. 

Direktur Indofarma Herry Triyatno mengungkapkan, di bulan Desember ini seperti halnya terjadi pada tahun tahun sebelumnya, masih banyak transaksi bisnis yang akan terjadi karena anggaran beberapa Kementerian yang belum terserap. "Adapun dominasi transaksi tersebut di tahun ini, berkorelasi dengan penanggulangan Covid-19. Karena jumlahnya relatif besar sehingga secara prosentase akan berpengaruh," kata Herry kepada Kontan.co.id, Sabtu (5/12). 

Secara umum, Herry mengatakan kontribusi penjualan di tutup tahun nanti akan didominasi oleh produk yang berhubungan dengan penanganan Covid-19, baik untuk segmen farma maupun alat kesehatan. Tapi, Herry belum bisa memproyeksikan berapa besar kontribusinya ke penjualan INAF. "Kami belum berani menghitung kontribusi fix-nya karena masih progress," kata Herry. 


Tahun ini Indofarma banyak memasok produk yang berhubungan di penanganan pandemi Covid-19. Di segmen farma, INAF menyuplai Oseltamivir dan Remdesivir, obat penunjang penyembuhan Covid-19. Kemudian, dari segmen alat kesehatan, Herry mengatakan penjualan akan didominasi dengan penjualan alat pelindung diri (APD) dan diagnostik baik rapid test maupun PCR test

Baca Juga: Bisnis Indofarma dan Itama Ranoraya akan terkatrol jarum suntik untuk vaksin corona

Alat kesehatan lainnya yang akan dipasok INAF untuk mendukung penanggulangan Covid-19 adalah jarum suntik. Herry menegaskan bahwa jarum suntik hasil produksi original equipment manufacturer (OEM) akan dipasok untuk mendukung vaksinasi mandiri. 

Namun, hingga saat ini Herry belum bisa buka-bukaan mengenai berapa jumlah jarum suntik yang akan dipasok INAF dalam program vaksinasi Covid-19. Herry menegaskan bahwa pasar yang sejauh ini dapat dilihat adalah sebagian dari vaksin mandiri dan vaksin pemerintah jika mereka memenangkan tender. 

Baca Juga: Penjualan Indofarma (INAF) melonjak 28%, tapi masih membukukan rugi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati