Produk Pet Insurance Kian Dilirik di Tengah Biaya Klik Hewan yang Mahal



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asuransi untuk hewan peliharaan mulai mendapat perhatian seiring dengan berkembangnya gaya hidup memelihara hewan kesayangan atau anabul di masyarakat.

Ketua Umum Asosisasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI)  Budi Herawan menilai produk asuransi kesehatan atau pet insurance memiliki ruang untuk terus berkembang di Indonesia meskipun saat ini penetrasinya masih relatif terbatas.

Menurutnya, berkembangnya ekosistem hewan peliharaan membuka peluang bagi industri asuransi umum untuk memperluas produk personal liner untuk menjangkau segmen konsumen baru. Ekosistem tersebut tidak hanya mencangkup hewan peliharaan saja, tetapi kebutuhan akan pakan, layanan veteriner, obat, hingga perawatan.


Baca Juga: Transaksi QRIS Cross Border Bank Mandiri Tumbuh 198% hingga Agustus 2026

"Dengan ekosistem yang semakin berkembang, pet insurance berpotensi menjadi salah satu produk niche yang tumbuh menjadi segmen baru bagi industri asuransi umum," ujarnya kepada Kontan, Jumat (11/9/26).

Salah satu pemilik hewan peliharaan yang memutuskan menggunakan pet insurance adalah Elieka. Saat dihubungi Kontan melalui akun Instagram pribadinya, ia mengungkapkan telah menggunakan produk asuransi hewan BIGPaw dari BCAinsurance sejak April 2026.

Elieka menggunakan produk tersebut untuk anjing peliharaannya yang berjenis pomeranian atau anjing pom yang berusia sekitar 8 tahun.

Melalui produk tersebut, ia memutuskan memilih paket PAW EXclusive dengan premi sekitar 1,8 juta untuk masa perlindungan satu tahun. Berdasarkan pengalamannya, produk pilihannya memberikan manfaat antara lain santunan kematian akibat kecelakaan, kehilangan akibat pencurian, tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga, santunan kremasi, serta perlindungan rawat inap akibat sakit dan kecelakaan. Produk tersebut juga memberikan manfaat rawat jalan untuk kecelakaan.

Ia berkata, keputusan menggunakan asuransi salah satunya dipengaruhi oleh meningkatnya biaya perawatan hewan. Terlebih, anjing peliharaannya telah memasuki usia senior sehingga lebih rentan mengalami gangguan kesehatan.

Asuransi hewan peliharaan membantunya menekan biaya perawatan sehingga keberadaan asuransi membuatnya lebih leluasa ketika hewan membutuhkan pemeriksaan lanjutan.

Selain itu, dengan adanya perlindungan asuransi, pemeriksaan yang dinilai diperlukan dokter dapat lebih cepat dilakukan sehingga membantu proses diagnosis dan pengobatan, termasuk urusan terkait biaya pemeriksaan seperti tes darah atau pemeriksaan laboratorium.

"Kalau sekarang ada sakit dan perlu tes darah atau lab, aku sudah tidak terlalu ragu sama biayanya. Jadi bisa langsung approve buat lakukan tes lab yang bikin diagnosis dokter lebih akurat dan masa penyembuhannya juga lebih cepat," ujarnya kepada Kontan, Jumat (25/9).

Selain itu, dari sisi persyaratan ia berkata kalau produk yang digunakan mensyaratkan beberapa hal. Seperti, hewan perliharaan berusia maksimal delapan tahun serta memiliki stambum atau sertifikat. Apabila tidak memiliki stambum, pemilik bisa menggunakan sertifikat mikrocip sesuai ketentuan produk.

Baca Juga: BCA Perkuat Investasi SDM lewat Program Kesehatan Mata Pelajar

Dari pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan pet insurance tidak hanya berkaitan dengan risiko kehilangan atau kematian hewan, tetapi juga kebutuhan perlindungan terhadap biaya perawatan kesehatan hewan peliharaan yang dinilai mahal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News