KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sebuah uji klinis terbaru dari Pennsylvania State College of Medicine mengungkap bahwa penggunaan produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik, produk tembakau yang dipanaskan, dan kantung nikotin berpotensi membantu perokok dewasa beralih dari kebiasaan merokok sekaligus mengurangi paparan berbagai zat berbahaya yang dihasilkan dari proses pembakaran tembakau. Associate Professor Department of Public Health Sciences, Penn State College of Medicine, Jessica M. Yingst mengatakan hasil uji klinis terbatas tersebut memberikan temuan penting sebagai upaya pengurangan risiko bagi perokok dewasa yang belum berhasil beralih dari kebiasaan merokok melalui metode lain. "Bagi perokok yang belum berhasil berhenti merokok melalui pendekatan yang direkomendasikan, penelitian ini menunjukkan bahwa beralih ke produk tembakau alternatif dikaitkan dengan pengurangan nyata paparan zat beracun berbahaya sekaligus mendukung transisi dari kebiasaan merokok. Ini merupakan temuan yang bermakna bagi kesehatan masyarakat," ujar Yingst, dikutip Rabu (15/7/2026).
Produk Tembakau Alternatif Tingkatkan Peluang Beralih dari Kebiasaan Merokok
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sebuah uji klinis terbaru dari Pennsylvania State College of Medicine mengungkap bahwa penggunaan produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik, produk tembakau yang dipanaskan, dan kantung nikotin berpotensi membantu perokok dewasa beralih dari kebiasaan merokok sekaligus mengurangi paparan berbagai zat berbahaya yang dihasilkan dari proses pembakaran tembakau. Associate Professor Department of Public Health Sciences, Penn State College of Medicine, Jessica M. Yingst mengatakan hasil uji klinis terbatas tersebut memberikan temuan penting sebagai upaya pengurangan risiko bagi perokok dewasa yang belum berhasil beralih dari kebiasaan merokok melalui metode lain. "Bagi perokok yang belum berhasil berhenti merokok melalui pendekatan yang direkomendasikan, penelitian ini menunjukkan bahwa beralih ke produk tembakau alternatif dikaitkan dengan pengurangan nyata paparan zat beracun berbahaya sekaligus mendukung transisi dari kebiasaan merokok. Ini merupakan temuan yang bermakna bagi kesehatan masyarakat," ujar Yingst, dikutip Rabu (15/7/2026).