Produk Tradisional Jadi Penyumbang Premi Terbesar Asuransi Jiwa pada 2025



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat produk asuransi tradisional menjadi penyumbang premi terbesar di industri asuransi jiwa pada 2025. Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo mengungkapkan pendapatan premi industri dari produk tradisional sebesar Rp 113,03 triliun pada 2025.

"Nilai itu meningkat 2,4%, jika dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya yang sebesar Rp 110,37 triliun," ucapnya dalam konferensi pers AAJI di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (13/3/2026).

Albertus bilang pendapatan premi dari produk tradisional berkontribusi 62,35% terhadap total pendapatan premi industri asuransi jiwa pada 2025.


Baca Juga: Unit Usaha Konvensional Dominasi Pendapatan Premi Industri Asuransi Jiwa pada 2025

Lebih lanjut, Albertus menyampaikan pendapatan premi industri asuransi jiwa dari produk unitink pada 2025 sebesar Rp 68,24 triliun. Nilai itu terkontraksi 8,2%, jika dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya yang sebesar Rp 74,31 triliun.

Adapun premi dari produk unitlink memberikan kontribusi sebesar 37,65% terhadap total pendapatan premi industri asuransi jiwa pada 2025. 

Sementara itu, Albertus mengatakan pendapatan premi industri asuransi jiwa secara total mencapai Rp 181,27 triliun pada 2025. Nilainya terkontraksi 1,8%, jika dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya.

Baca Juga: Industri Asuransi Jiwa Diprediksi Moncer di 2026, Ini Kata AAJI

Meski kinerja premi terkontraksi tipis, AAJI optimistis industri asuransi jiwa masih bisa memperoleh kinerja positif pada 2026. Albertus menyebut optimisme itu muncul seiring kondisi perekonomian Indonesia yang masih memiliki ketahanan atau resilient terhadap dinamika geopolitik.

"Bagaimana proyeksi tahun ini? Kami dari AAJI masih sangat positif, karena Indonesia masih punya ketahanan, punya resiliensi, meski ada tantangan geopolitik dan semua negara menghadapi," katanya.

Selain itu, Albertus bilang pasar perasuransian di Indonesia juga masih cukup besar. Dia bilang hanya tinggal mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengedukasi dan meningkatkan literasi masyarakat mengenai produk asuransi yang ternyata begitu dibutuhkan. 

Secara total, industri asuransi jiwa membayarkan klaim atau manfaat sebesar Rp 146,73 triliun pada 2025. Nilainya menurun 7,8%, jika dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya. 

Baca Juga: OJK: Premi Asuransi Jiwa Turun 6,15% per Januari 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News