Produk Tradisional Jadi Penyumbang Premi Terbesar Asuransi Jiwa pada Semester I-2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat produk asuransi tradisional masih menjadi penyumbang premi terbesar di industri asuransi jiwa.

Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo mengungkapkan, total pendapatan premi industri dari produk tradisional sebesar Rp 59,03 triliun pada semester I-2026.

"Nilai itu meningkat 6,9%, jika dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya," ucapnya dalam konferensi pers AAJI di kawasan Jakarta Selatan, Senin (31/8/2026).


Baca Juga: Kredit Perbankan Melaju 13%, Ini Saham Bank Pilihan Mirae Asset Sekuritas

Adapun pendapatan premi dari produk tradisional berkontribusi 62,3% terhadap total pendapatan premi industri asuransi jiwa pada semester I-2026 yang sebesar Rp 94,75 triliun.

Albertus bilang, total pendapatan premi industri dari produk unitlink sebesar Rp 35,73 triliun pada semester I-2026. Nilainya meningkat 10,3%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu. Adapun porsinya sebesar 37,7% terhadap total premi industri.

Secara unweighted, Albertus juga mengungkapkan premi bisnis baru produk tradisional meningkat 14,2% secara Year on Year (YoY), menjadi Rp 37,97 triliun pada semester I-2026. Adapun porsinya mendominasi sebesar 65,75% terhadap total premi bisnis baru industri yang sebesar Rp 57,75 triliun pada semester I-2026.

Sementara itu, premi bisnis baru unitlink meningkat lebih tinggi sebesar 34,5% YoY, menjadi Rp 19,78 triliun pada semester I-2026. Porsinya sebesar 34,25% terhadap total premi bisnis baru industri.

Mengenai data tersebut, Albertus mengatakan perkembangan kedua produk tersebut terbilang positif, khususnya unitlink. Dia bilang unitlink dalam beberapa periode sebelumnya menunjukkan penurunan, tetapi kali ini mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. 

"Pertumbuhan bisnis baru menunjukkan bahwa permintaan terhadap perlindungan baru tetap tumbuh. Masyarakat tentu masih mencari solusi asuransi yang sesuai dengan kondisi dan tujuan finansialnya," tuturnya. 

Albertus menyampaikan pertumbuhan tersebut perlu diringi dengan kualitas penjualan, pemahaman nasabah terhadap produk, serta kesesuaian produk dengan kebutuhan dan kemampuan nasabah.

Baca Juga: AAJI:Premi Asuransi Jiwa Syariah Turun 20,2% pada Semester I-2026,Spin-Off Diandalkan

Asal tahu saja, AAJI mencatat, total klaim industri asuransi jiwa mencapai Rp 75,57 triliun pada semester I-2026. Adapun total klaim tersebut diberikan kepada 5,01 juta orang penerima manfaat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News