Produk Tradisional Masih Jadi Kontributor Premi Terbesar Tokio Marine Life



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia menyampaikan produk tradisional masih menjadi kontributor premi terbesar hingga akhir 2025. 

Head of Investment Tokio Marine Life Insurance Indonesia, Kornelis Pandu Wicaksono, mengatakan secara total portofolio hingga akhir 2025, produk tradisional berkontribusi sekitar 70%, sedangkan unitlink sekitar 30%.

Kornelis menyebut kondisi itu sejalan dengan tren industri yang menunjukkan pergeseran preferensi masyarakat terhadap produk proteksi tradisional.


Baca Juga: Tokio Marine Life Beberkan Faktor yang Pengaruhi Kinerja Unitlink Saham pada 2026

"Hal itu juga mencerminkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap manfaat perlindungan yang lebih pasti dan struktur produk yang lebih sederhana," ungkapnya kepada Kontan, Minggu (1/3/2026).

Namun, Kornelis menerangkan jika dilihat berdasarkan kanal distribusi keagenan, kontribusi premi dari produk unitlink dan tradisional relatif berimbang, yakni masing-masing sekitar 50%.

Ke depannya, Kornelis mengatakan kinerja unitlink akan tetap dipengaruhi dinamika pasar. Meskipun dari sisi domestik masih terdapat kehati-hatian investor, dia menilai sentimen global menunjukkan kecenderungan yang lebih stabil, terutama terkait ekspektasi arah suku bunga. 

Baca Juga: Tokio Marine Life Berpeluang Hadirkan Produk Unitlink Baru ke Depannya

"Produk unitlink dengan underlying yang terdiversifikasi secara global, seperti TM Global Save Pro dan TM Link Proteksiku diyakini masih menjadi pilihan bagi nasabah yang menginginkan fleksibilitas alokasi dana dan diversifikasi, termasuk dalam mata uang asing," kata Kornelis.

Jika menilik laporan keuangan perusahaan di situs resmi, Tokio Marine Life Insurance Indonesia mencatatkan pendapatan premi sebesar Rp 631,71 miliar per akhir 2025. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News