Produksi Arab capai rekor, harga minyak melejit



NEW YORK. Harga minyak naik untuk hari kelima di bursa NYMEX. Reli harga minyak merespon sinyal penguatan ekonomi Amerika Serikat serta spekulasi bahwa kenaikan produksi minyak mentah Arab Saudi mengindikasikan permintaan bahan bakar yang bertambah.

Harga kontrak minyak mentah jenis light sweet untuk pengiriman September naik 38 sen menjadi US$ 96,39 per barrel. Pada pukul 11.49 waktu Sydney, harga kembali stabil ke US$ 96,19. Pada 17 Agustus lalu, harga minyak telah menanjak 0,4% ke US$ 96,01, harga penutupan tertinggi sejak 11 Mei. Kontrak itu akan berakhir besok.

Sementara kontrak Oktober yang lebih aktif naik hingga US$ 96,49. Harga kontrak tersebut telah turun 2,7% tahun ini. Sedangkan harga minyak brent naik 0,3% menjadi US$ 114,7 per barrel.


“Harga minyak terbantu oleh kenaikan kepercayaan konsumen di Amerika Serikat,” kata Ric Spooner, Chief Market Analyst CMC Markets di Sydney. Pada Jumat pekan lalu, indeks kepercayaan konsumen tak terduga membaik. Para ekonom memprediksi penjualan rumah dan pesanan barang tahan lama akan bertambah di bulan Juli. Data tersebut bakal dirilis pekan ini.

Di benua lain, Arab Saudi memompa minyak mentah dengan jumlah terbanyak selama tiga dekade pada Juni lalu. Ekspor minyak bulanan negara itu juga memperlihatkan volume terbesar sejak November 2005. “Kapasitas pasokan itu untuk memenuhi kenaikan permintaan,” jelas Spooner.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News