KONTAN.CO.ID – BEIJING. Produksi baja mentah China turun pada Juli 2026 akibat melemahnya permintaan dari sektor hilir dan semakin tipisnya margin produsen. Penurunan tersebut membuat produksi baja China mencapai level terendah sepanjang tahun ini. Mengutip
Reuters, Senin (17/8/2026), data Biro Statistik Nasional China (NBS) menunjukkan, produksi baja mentah pada Juli mencapai 76,93 juta ton. Angka tersebut turun 8,1% dibandingkan Juni dan menjadi level terendah sejak Desember 2025.
Baca Juga: Trump Perintahkan Pengurangan Latihan Militer AS-Korea Selatan Secara tahunan, produksi baja China pada Juli juga turun 3,6%. Capaian tersebut menjadi produksi terendah untuk bulan Juli sejak 2017. Penurunan produksi terjadi ketika permintaan baja dari sektor hilir melemah, sementara margin keuntungan produsen semakin tertekan. Sejumlah pabrik baja bahkan meningkatkan aktivitas pemeliharaan fasilitas pada Juli karena permintaan secara musiman lebih rendah. Analis Lange Steel Xin Ge mengatakan, kerugian yang dialami produsen baja semakin dalam dan meluas sepanjang Juli. "Kerugian semakin dalam dan meluas di antara produsen baja pada bulan lalu, sehingga menyebabkan tingkat operasional yang lebih rendah," ujar Xin Ge. Menurut dia, produksi satu ton hot rolled coil (HRC), yang banyak digunakan dalam sektor manufaktur, rata-rata mengalami kerugian sekitar 240 yuan pada Juli. Angka tersebut memburuk dibandingkan kerugian sekitar 80 yuan per ton pada Juni. Data Mysteel menunjukkan hanya sekitar sepertiga produsen baja yang masih mencatat keuntungan pada akhir Juli. Jumlah tersebut turun dari sekitar setengah produsen pada akhir Juni.
Baca Juga: Produksi Batubara China Anjlok 10,1% pada Juli, Terendah Sejak 2021 Permintaan Domestik China Melemah Tekanan terhadap industri baja China juga tercermin dari aktivitas manufaktur. Indeks Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur resmi China turun menjadi 49,2 pada Juli dari 50,3 pada bulan sebelumnya. Angka di bawah 50 menunjukkan sektor manufaktur berada dalam fase kontraksi. PMI Juli juga menjadi level terendah dalam lima bulan, dipengaruhi oleh penurunan pesanan baru dan lemahnya permintaan domestik. Sektor manufaktur bahkan telah menjadi konsumen baja terbesar di China sejak 2025, menggeser sektor konstruksi. Sementara itu, sektor properti China masih menghadapi tantangan. Harga rumah baru di China stagnan pada Juli, menunjukkan permintaan properti belum pulih secara signifikan. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pemulihan sektor perumahan yang selama ini menjadi salah satu sumber utama permintaan baja China.
Baca Juga: Bursa Global Menguat, Dolar Tertekan karena Ekspektasi Kenaikan Bunga The Fed Mereda Produksi Baja Turun 3,1% Sepanjang Tahun Secara kumulatif, produksi baja mentah China sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai 577,04 juta ton, turun 3,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan produksi menunjukkan tekanan yang dihadapi industri baja China semakin besar di tengah lemahnya permintaan domestik dan profitabilitas produsen. China merupakan produsen baja terbesar dunia. Pergerakan produksinya juga menjadi perhatian pasar komoditas global karena berpengaruh terhadap permintaan bahan baku seperti bijih besi serta harga baja internasional.