KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) menilai kalkulasi proyeksi produksi batubara nasional sampai akhir tahun tidak bisa secara sederhana dihitung dari rerata bulanan. Hambatan operasional hingga dinamika pasar global turut menentukan realisasi volume produksi minerba nasional sepanjang tahun 2026. Direktur Eksekutif APBI, Gita Mahyarani mengungkapkan, hitungan kasar dari Ditjen Minerba Kementerian ESDM memproyeksikan target produksi batubara berada di kisaran 720 juta ton hingga akhir tahun. Angka ini didapat dari asumsi rata-rata produksi bulanan sebesar 60 juta ton dikali 12 bulan.
Baca Juga: Perkembangan Kecerdasan Buatan Mengubah Kebutuhan Pengguna Laptop Gaming "Untuk melihat outlook sampai akhir tahun ini menurut kami tidak bisa semata-mata menggunakan rata-rata produksi bulanan kemudian dikalikan 12 bulan," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (11/9/2026). Gita menjelaskan, angka estimasi dari pemerintah tersebut pada dasarnya hanya menjadi gambaran awal bagi para pelaku industri pertambangan. Menurutnya, dinamika realisasi produksi riil di lapangan masih sangat bergantung pada kondisi operasional harian serta fluktuasi pasar domestik maupun ekspor. "Angka tersebut dapat menjadi gambaran sementara, tetapi realisasi produksi masih akan dipengaruhi oleh berbagai faktor saat ini, baik dari sisi kebijakan, kondisi operasional, kebutuhan domestik dan ekspor, maupun kondisi pasar dan logistik," jelasnya. Terkait outlook internal, Gita memaparkan, para produsen masih memantau perkembangan realisasi tonase dari setiap anggota dalam beberapa bulan ke depan. Gita tak menampik adanya penyesuaian target volume produksi yang dipicu oleh pengetatan kebijakan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). "Kami masih melihat perkembangan realisasi produksi anggota dalam beberapa bulan ke depan. Tahun ini memang ada penyesuaian produksi sejalan dengan kebijakan RKAB dan upaya pemerintah mengendalikan produksi," katanya. Lebih lanjut, Gita menuturkan, kendala logistik seperti penurunan debit air sungai di Kalimantan turut membayangi operasional, meski dampaknya tidak seragam bagi seluruh emiten tambang. Pihaknya pun belum menetapkan angka pasti produksi hingga melihat dinamika pasokan serta tren permintaan konsumsi dalam negeri. "Selain itu, terdapat juga kebutuhan untuk memastikan pasokan domestik tetap terpenuhi. Karena itu kami belum ingin memberikan satu angka proyeksi tertentu sebelum melihat perkembangan realisasi hingga beberapa bulan terakhir tahun," pungkasnya. Sebelumnya, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tri Winarno mengungkapkan, produksi batubara Indonesia pada tahun 2025 mencapai 817 juta ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 522 juta ton atau 63% untuk keperluan ekspor, sementara itu sebesar 246 juta ton atau sekitar 30,2% untuk kebutuhan domestik. Bila dikonversi ke dalam hitungan bulanan, maka angka tersebut mencerminkan realisasi produksi sekitar 68 juta ton setiap bulannya sepanjang tahun lalu. Memasuki tahun 2026, Tri membeberkan, akumulasi produksi nasional hingga bulan Juli tercatat mengalami penurunan. Dia bilang, total produksi hingga Juli 2026 tercatat sebesar 432 juta ton yang terbagi untuk ekspor sebesar 270 juta ton dan penyaluran domestik 113 juta ton. "Kalau kita bagi dengan angka 7 (bulan Juli) berarti 423 (juta ton) dibagi 7, maka produksi kita secara bulanan adalah sekitar 60 juta ton atau mengalami penurunan sebanyak 8 juta ton per bulan," ujarnya dalam Ulang Tahun Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi), di JIExpo Kemayoran, Kamis (10/9/2026). Kondisi penurunan laju bulanan ini bakal mempengaruhi total estimasi pasokan batubara nasional hingga akhir tahun.
Ketika dikonfirmasi mengenai potensi total produksi tahun 2026 yang diperkirakan berada di kisaran 720-an juta ton, Tri memberikan hitungan proyeksinya, bila secara bulanan produksi mencapai 60 juta ton dan dikalikan selama 12 bulan maka menghasilkan sebesar 720 juta ton. "Dikalikan saja ya, misalnya 60x12, ya 722-an (juta ton). Kira-kira ya forecast-nya," tandasnya.
Baca Juga: Genjot Ekspansi Komersial, Paramount Land Rilis 44 Ruko Grand Boulevard Aniva Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News