KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri pertambangan mineral dan batubara (minerba) nasional tengah menghadapi tekanan pada tahun 2026. Mulai dari kebijakan pemangkasan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), kenaikan harga solar industri, hingga implementasi B50 diprediksi bakal menggerus margin keuntungan perusahaan. Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet menilai, pemangkasan kuota RKAB yang mencapai 40% hingga 70% pada beberapa kasus akan langsung menekan skala produksi. Kondisi ini berpotensi membawa sebagian perusahaan ke bawah tingkat keekonomian yang layak. "Ketika volume turun cukup dalam, perusahaan tidak hanya kehilangan potensi pendapatan, tapi juga kesulitan menutup biaya tetap, mulai dari operasional, kewajiban lingkungan, hingga kewajiban finansial," ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (13/4/2026).
Produksi Dipangkas &Solar Naik, Ekonom Sebut Margin Perusahaan Tambang Kian Terhimpit
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri pertambangan mineral dan batubara (minerba) nasional tengah menghadapi tekanan pada tahun 2026. Mulai dari kebijakan pemangkasan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), kenaikan harga solar industri, hingga implementasi B50 diprediksi bakal menggerus margin keuntungan perusahaan. Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet menilai, pemangkasan kuota RKAB yang mencapai 40% hingga 70% pada beberapa kasus akan langsung menekan skala produksi. Kondisi ini berpotensi membawa sebagian perusahaan ke bawah tingkat keekonomian yang layak. "Ketika volume turun cukup dalam, perusahaan tidak hanya kehilangan potensi pendapatan, tapi juga kesulitan menutup biaya tetap, mulai dari operasional, kewajiban lingkungan, hingga kewajiban finansial," ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (13/4/2026).
TAG: