KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) memprediksi para perusahaan nikel akan mengimpor bijih nikel dari Filipina 30 juta ton karena kekurangan produksi di dalam negeri. Hal ini lantaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) hanya mematok produksi nikel sekitar 260 juta ton. Jumlah tersebut sangat kurang dibandingkan dengan kebutuhan pasokan smelter yang ada. Sekretaris Jenderal Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) Meidy Katrin Lengkey mengungkapkan pihaknya menargetkan impor bijih nikel bisa naik dua kali lipat dari tahun lalu yang hanya 15 juta ton. "Kemungkinan akan 30 juta ton," imbuh dia di sela-sela acara Indonesia Weekend Miner 2026, Sabtu (24/1).
Produksi Ditahan Bahlil, Smelter Bersiap Impor Bijih Nikel Dari Filipina 30 Juta Ton
KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) memprediksi para perusahaan nikel akan mengimpor bijih nikel dari Filipina 30 juta ton karena kekurangan produksi di dalam negeri. Hal ini lantaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) hanya mematok produksi nikel sekitar 260 juta ton. Jumlah tersebut sangat kurang dibandingkan dengan kebutuhan pasokan smelter yang ada. Sekretaris Jenderal Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) Meidy Katrin Lengkey mengungkapkan pihaknya menargetkan impor bijih nikel bisa naik dua kali lipat dari tahun lalu yang hanya 15 juta ton. "Kemungkinan akan 30 juta ton," imbuh dia di sela-sela acara Indonesia Weekend Miner 2026, Sabtu (24/1).
TAG: