Produksi Emas Pani Melonjak, Begini Prospek Merdeka Gold Resources (EMAS) ke Depan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) cetak pendapatan US$ 30,9 juta pada semester I-2026, melonjak 369 kali lipat secara tahunan, seiring mulai berkontribusinya Tambang Emas Pani.

Kinerja tersebut ditopang peningkatan produksi dan penjualan emas setelah Tambang Emas Pani mulai berproduksi komersial pada kuartal I-2026. EMAS juga mencatat EBITDA sebesar US$17 juta dengan margin laba kotor 44%.

Produksi emas EMAS pada kuartal II-2026 mencapai 15.594 ons, meningkat lebih dari delapan kali lipat dibandingkan 1.818 ons pada kuartal sebelumnya. Secara kumulatif, produksi semester pertama mencapai 17.412 ons.


Baca Juga: Tambang Emas Pani Mulai Ngebut, Pendapatan Merdeka Gold (EMAS) Melejit 369 Kali Lipat

Presiden Direktur Merdeka Gold Resources Boyke P. Abidin mengatakan, semester I-2026 menjadi periode penting bagi EMAS, seiring kontribusi Tambang Emas Pani mulai tercermin pada pendapatan dan EBITDA. 

“Kinerja tersebut menunjukkan proses ramp-up Tambang Emas Pani pada kuartal II 2026 berjalan sesuai target, ditopang peningkatan produksi dan volume penjualan emas,” tulisnya dalam keterangan resmi, Jumat (28/8/2026). 

Sejalan dengan peningkatan produksi, EMAS terus memperluas fasilitas heap leach. Cell 1 dan Cell 2 telah selesai dibangun, sementara peninggian tanggul berlanjut hingga akhir 2026 untuk meningkatkan kapasitas pengolahan bijih.

EMAS juga melanjutkan pembangunan fasilitas Carbon-in-Leach (CIL) berkapasitas 12 juta ton per tahun (Mtpa). Fasilitas tersebut dirancang untuk dapat dikembangkan hingga kapasitas 24 Mtpa pada masa mendatang.

Tim Riset Phintraco Sekuritas mencermati, peningkatan produksi heap leach menjadi 15.594 ons pada kuartal II-2026 menunjukkan berlanjutnya ramp-up Tambang Emas Pani setelah produksi perdana pada Februari 2026.

Menurut mereka, pengembangan heap leach akan berlanjut melalui peninggian kapasitas Cell 1 dan Cell 2 hingga akhir 2026, kemudian pembangunan Cell 3 pada 2027 untuk mencapai kapasitas sekitar 62 juta ton bijih.

Di sisi CIL, Phintraco Sekuritas mencatat fasilitas pengolahan berkapasitas 12 Mtpa tersebut ditargetkan memasuki tahap pengecoran beton pertama pada awal kuartal IV-2026. Infrastruktur pendukung seperti fasilitas tailings dan pasokan listrik juga berjalan paralel.

 
EMAS Chart by TradingView

“Produksi heap leach yang meningkat dan pembangunan CIL menjadi katalis pertumbuhan EMAS, dengan ekspansi fasilitas pengolahan yang berpotensi memperbesar kapasitas produksi Pani secara bertahap dalam beberapa tahun mendatang,” tulis Tim Riset Phintraco Sekuritas.

Selain itu, EMAS menargetkan CIL mulai beroperasi pada 2028 dan meningkat hingga kapasitas 12 Mtpa pada 2029. Pengembangan tersebut diproyeksikan mendukung produksi puncak sekitar 545.000 ons emas per tahun pada 2031.

Meski prospek operasional mulai menggeliat, Phintraco menyoroti valuasi EMAS yang relatif tinggi dibandingkan subsektor Basic Materials. Berdasarkan riset 27 Agustus 2026, EMAS diperdagangkan pada PBV 21,48 kali, dibandingkan 1,44 kali subsektor.

Sementara itu, PER EMAS tercatat negatif 182,38 kali, sedangkan PER subsektor Basic Materials berada pada 11,14 kali. Kondisi tersebut menjadi faktor yang perlu diperhatikan investor di tengah prospek pertumbuhan produksi Pani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News