KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Produksi gas alam cair (LNG) Australia masih mengalami gangguan, dan ribuan warga di wilayah barat laut terpencil hidup tanpa listrik lebih dari seminggu setelah badai Narelle melanda negara itu. Badai Narelle, yang pada Sabtu lalu diturunkan statusnya dari siklon tropis, telah mengganggu fasilitas LNG milik Chevron Australia dan Woodside Australia. Dampak badai ini memperburuk krisis pasokan global yang dipicu oleh perang di Iran yang telah berlangsung sebulan terakhir. Australia yang menjadi eksportir LNG terbesar kedua di dunia setelah Qatar menghentikan produksinya akibat serangan Iran. Woodside Australia menyatakan pada Minggu bahwa produksi di fasilitas Karratha pabrik pengolahan darat untuk proyek North West Shelf masih terganggu. Sementara itu, produksi di fasilitas Macedon dan Pluto tidak terdampak. Chevron sebelumnya menyampaikan sedang bekerja memulihkan produksi di fasilitas Gorgon dan Wheatstone yang sempat terhenti akibat badai.
Produksi Gas di Australia Terhenti Efek Badai Narelle, Warga Masih Tanpa Listrik
KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Produksi gas alam cair (LNG) Australia masih mengalami gangguan, dan ribuan warga di wilayah barat laut terpencil hidup tanpa listrik lebih dari seminggu setelah badai Narelle melanda negara itu. Badai Narelle, yang pada Sabtu lalu diturunkan statusnya dari siklon tropis, telah mengganggu fasilitas LNG milik Chevron Australia dan Woodside Australia. Dampak badai ini memperburuk krisis pasokan global yang dipicu oleh perang di Iran yang telah berlangsung sebulan terakhir. Australia yang menjadi eksportir LNG terbesar kedua di dunia setelah Qatar menghentikan produksinya akibat serangan Iran. Woodside Australia menyatakan pada Minggu bahwa produksi di fasilitas Karratha pabrik pengolahan darat untuk proyek North West Shelf masih terganggu. Sementara itu, produksi di fasilitas Macedon dan Pluto tidak terdampak. Chevron sebelumnya menyampaikan sedang bekerja memulihkan produksi di fasilitas Gorgon dan Wheatstone yang sempat terhenti akibat badai.
TAG: