JAKARTA. Gangguan teknis yang terjadi di Lapangan Melibur, Blok Malacca Strait PSC, di Provinsi Riau, yang dikelola PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menyebabkan produksi minyak dan gas bumi (migas) terhenti selama satu hari. Total kehilangan produksi akibat kejadian tersebut mencapai 2.634 barel minyak dan 0,1 mmscfd gas alam. Rinto Pudyantoro, Kepala Dinas Humas dan Hubungan Kelembagaan Satuan Kerja Sementara Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SK Migas) mengatakan, lapangan Malacca Strait mulai terganggu operasi produksinya sejak Selasa (8/1) pagi. "Namun, petang harinya gangguan total shutdown di Lapangan Melibur di area MSJ-09 pada pukul 19.30 WIB mulai kembali pulih secara bertahap," terang Rinto, Rabu (9/1) kemarin. Dia menjelaskan, sejatinya gangguan teknis tersebut dapat diatasi dalam waktu yang singkat. Namun sayangnya, di saat yang bersamaan terjadi unjuk rasa dari masyarakat setempat yang menolak adanya kegiatan di lapangan Malacca Strait.
Produksi gas ENRG terhenti
JAKARTA. Gangguan teknis yang terjadi di Lapangan Melibur, Blok Malacca Strait PSC, di Provinsi Riau, yang dikelola PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menyebabkan produksi minyak dan gas bumi (migas) terhenti selama satu hari. Total kehilangan produksi akibat kejadian tersebut mencapai 2.634 barel minyak dan 0,1 mmscfd gas alam. Rinto Pudyantoro, Kepala Dinas Humas dan Hubungan Kelembagaan Satuan Kerja Sementara Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SK Migas) mengatakan, lapangan Malacca Strait mulai terganggu operasi produksinya sejak Selasa (8/1) pagi. "Namun, petang harinya gangguan total shutdown di Lapangan Melibur di area MSJ-09 pada pukul 19.30 WIB mulai kembali pulih secara bertahap," terang Rinto, Rabu (9/1) kemarin. Dia menjelaskan, sejatinya gangguan teknis tersebut dapat diatasi dalam waktu yang singkat. Namun sayangnya, di saat yang bersamaan terjadi unjuk rasa dari masyarakat setempat yang menolak adanya kegiatan di lapangan Malacca Strait.