Produksi Industri China Tumbuh 5,3% pada Juni, Penjualan Ritel Berbalik Positif



KONTAN.CO.ID - Aktivitas manufaktur China menunjukkan perbaikan pada Juni 2026. Produksi industri tumbuh lebih tinggi dari perkiraan analis, sementara penjualan ritel kembali mencatat pertumbuhan setelah sempat terkontraksi pada bulan sebelumnya.

Berdasarkan data yang dirilis Biro Statistik Nasional (National Bureau of Statistics/NBS) China pada Rabu (15/7/2026), produksi industri naik 5,3% secara tahunan (year on year/yoy) pada Juni.

Baca Juga: Harga Emas Naik Tipis Usai Inflasi AS Melandai, Konflik Timur Tengah Batasi Penguatan


Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 4,5% pada Mei dan melampaui proyeksi analis dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan kenaikan sebesar 4,7%.

Sementara itu, penjualan ritel, yang menjadi indikator utama konsumsi masyarakat, tumbuh 1,0% secara tahunan pada Juni.

Kinerja ini membaik dibandingkan Mei yang mencatat kontraksi 0,6%, penurunan pertama dalam lebih dari tiga tahun.

Hasil tersebut juga jauh lebih baik dibandingkan ekspektasi pasar yang memperkirakan penjualan ritel masih akan turun 0,1%.

Di sisi lain, investasi aset tetap (fixed-asset investment) masih menunjukkan pelemahan.

Selama periode Januari–Juni 2026, investasi aset tetap menyusut 5,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Ringgit dan Rupiah Memimpin Penguatan Mata Uang Asia terhadap Dolar AS

Penurunan ini lebih dalam dibandingkan kontraksi 4,1% pada periode Januari–Mei dan juga lebih buruk dari perkiraan analis yang memperkirakan penurunan sebesar 4,9%.

Data tersebut menunjukkan pemulihan ekonomi China masih berlangsung tidak merata. Sektor manufaktur dan konsumsi mulai membaik, tetapi investasi, terutama yang terkait sektor properti dan swasta, masih menjadi beban bagi pertumbuhan ekonomi.