KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja industri hulu tekstil pada semester I 2026 masih menghadapi tekanan. Pelemahan permintaan dari sektor hilir membuat produksi industri serat, dan benang filamen mengalami penurunan. Sementara pasar domestik masih dibayangi derasnya produk impor. Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI), Redma Gita Wirawasta, mengatakan produksi industri hulu tekstil pada semester I 2026 turun sekitar 5% secara tahunan (year on year/YoY). Penurunan tersebut dipicu oleh melemahnya permintaan dari industri hilir. “Kinerja sektor hulu pada semester I ada penurunan produksi sekitar 5% YoY. Hal ini terkait dengan permintaan di hilir yang sedikit turun. Kalau ekspor masih maintain sama seperti tahun sebelumnya,” ujar Redma kepada KONTAN, Kamis (30/7/2026).
Produksi Industri Hulu Tekstil Turun 5% di Semester I, Andalkan Pemulihan Ekspor
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja industri hulu tekstil pada semester I 2026 masih menghadapi tekanan. Pelemahan permintaan dari sektor hilir membuat produksi industri serat, dan benang filamen mengalami penurunan. Sementara pasar domestik masih dibayangi derasnya produk impor. Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI), Redma Gita Wirawasta, mengatakan produksi industri hulu tekstil pada semester I 2026 turun sekitar 5% secara tahunan (year on year/YoY). Penurunan tersebut dipicu oleh melemahnya permintaan dari industri hilir. “Kinerja sektor hulu pada semester I ada penurunan produksi sekitar 5% YoY. Hal ini terkait dengan permintaan di hilir yang sedikit turun. Kalau ekspor masih maintain sama seperti tahun sebelumnya,” ujar Redma kepada KONTAN, Kamis (30/7/2026).
TAG: