Produksi kedelai 2012 meleset jauh dari target



JAKARTA. Produksi kedelai pada tahun ini diprediksi meleset dari target yang ditetapkan, yakni seberat 1,9 juta ton. Berdasarkan angka ramalan (Aram) II yang dirilis Badan Pusat Statistik, produksi kedelai nasional selama 2012 hanya seberat 783.160 ton.

“Iya (produksi) tak tercapai, masih jauh dari target. Realisasi produksi hanya lima puluh persen saja,” ujar Maman Suherman, Direktur Aneka Kacang-kacangan dan Umbi-umbian Kementerian Pertanian, Sabtu (15/12).

Target produksi kedelai tak tercapai lantaran petani mulai beralih ke komoditas lain. Bertanam kedelai dianggap tidak menguntungkan. Karena banyak petani beralih ke komoditas lain, luas lahan kedelai ikut berkurang dibandingkan tahun lalu. Sepanjang 2011, lahan kedelai tercatat 622.000 hektare, tapi kini menyusut tinggal 566.693 ha.


Meski lahan menyusut, produktivitas tanaman kedelai masih meningkat tipis. Maman bilang, produktivitas kedelai saat ini 13,73 kuintal per ha dari sebelumnya 13,68 kuintal per ha.

Meskipun produksi tahun ini meleset jauh dari target, pemerintah memproyeksikan produksi kedelai di tahun depan meningkat hingga mencapai 2,2 juta ton. Target ini akan dicapai melalui peningkatan produktivitas tanaman dan menambah lahan tertanam kedelai.

Pemerintah optimistis lahan tertanam kedelai di 2013 mencapai 1,5 juta ha. Padahal, mengacu ke data BPS, luas lahan kedelai tahun ini hanya 566.693 ha. “Kami akan mengupayakan perluasan areal tanam, caranya dengan meningkatkan indeks pertanaman lahan. Misalnya setelah menanam padi, kami minta petani menanam kedelai,” ungkap Maman.

Dengan cara itu, pemerintah yakin target produksi 2,2 juta ton kedelai di 2013 bisa terwujud. BPS merilis angka produksi kedelai tahun ini diperkirakan menyusut 8% year-on-year menjadi 783.160 ton. Proyeksi ini tercatat dalam angka ramalan II (ARAM II) 2012 yang diumumkan BPS, pada 1 November 2012.

Produksi kedelai saban tahun menurun. Pada 2009, misalnya, produksi kedelai tercatat 974.510 ton, kemudian sepanjang 2010 menyusut 6,92% menjadi 907.030 ton. Pada 2011, produksi komoditas ini kembali menurun 6,15% menjadi 851.290 ton dan di tahun ini berpotensi turun 8% menuju 783.160 ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sandy Baskoro