Produksi LNG Badak LNG Tembus 7,12 Juta Meter Kubik pada Tahun 2025



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Anak usaha Subholding Upstream Pertamina, PT Badak NGL (Badak LNG) mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun lalu. Perusahaan pengolah gas alam cair tersebut berhasil mencatatkan volume produksi LNG yang melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025.

Hal tersebut dilaporkan usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Jakarta beberapa waktu lalu.

Sepanjang tahun 2025, realisasi capaian produksi LNG dari kilang yang berbasis di Bontang ini tercatat mencapai 7.122.857 meter kubik. Selain mengamankan produksi LNG, perusahaan juga mencatatkan produksi Liquefied Petroleum Gas (LPG) sebesar 197.496 meter kubik.


Baca Juga: Telkomsel Optimalkan Momentum Piala Dunia 2026 untuk Perkuat Layanan Digital

Keberhasilan ini didorong oleh kemampuan operasional pabrik yang mampu memproses feed gas 14,23% lebih tinggi dari target. Dampaknya, hasil produksi hilir berupa LNG mampu terkerek hingga menyentuh angka 15,83% di atas target yang dipatok korporasi.

"Di tengah tantangan penurunan pasokan gas dari hulu dan dinamika industri energi global, Badak LNG mampu menunjukkan resiliensi dan kinerja yang solid," ujar President Director & CEO Badak LNG, Achmad Khoiruddin dalam keterangan resmi, Senin (15/6/2026).

Selain itu, Badak LNG juga berhasil mempertahankan keunggulan operasional melalui faktor ketersediaan kilang sebesar 99,77%, jauh di atas rata-rata global sebesar  95,18%  dan Plant Thermal Efficiency (PTE) sebesar 83,34%.

Achmad memastikan, pemanfaatan fasilitas dan aset kilang ke depan akan terus dimaksimalkan secara aman, andal, dan efisien demi ketahanan energi. Pihaknya juga berkomitmen memperkuat sinergi dengan pemangku kepentingan untuk menjaga keberlanjutan bisnis di era transisi energi saat ini.

"Capaian ini menjadi bukti bahwa Perusahaan tetap mampu mengoptimalkan aset dan sumber daya yang dimiliki secara aman, andal, efisien, dan berkelanjutan. Ke depan, kami akan terus memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan untuk menjaga keberlanjutan bisnis ke depan," katanya.

Baca Juga: Harga Pertamax Naik, Kementerian ESDM Sebut Masih Lebih Murah dari Negara Tetangga

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: