KONTAN.CO.ID -
JAKARTA. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menggerek panduan belanja modal alias capital expenditure (capex) tahun buku 2026 untuk segmen minyak dan gas bumi menjadi US$ 450 juta–US$ 475 juta. Adapun MEDC menyiapkan capex hingga US$ 50 juta untuk segmen ketenagalistrikan. Dengan demikian, total capex kedua segmen tersebut dapat mencapai maksimal US$ 525 juta sepanjang 2026. CEO MEDC Ronald Gunawan mengatakan, sejalan dengan peningkatan investasi, MEDC mempertahankan panduan produksi minyak dan gas 2026 sebesar 165.000 barel–170.000 barel setara minyak per hari (mboepd).
Baca Juga: Grup Hashim Genggam WK Natuna D-Alpha, ESDM Buka Peluang Kemitraan Strategis “Untuk segmen ketenagalistrikan, kami mempertahankan target penjualan listrik sebesar 4.550 GWh sepanjang 2026. Sementara biaya kas produksi minyak dan gas tetap di bawah US$10 per barel setara minyak,” tulisnya dalam keterbukaan informasi, Selasa (22/9/2026). Pada semester I-2026, produksi minyak dan gas MEDC telah mencapai 170 mboepd. Di mana, produk gas menyumbang sekitar 72% dari total produksi MEDC pada periode enam bulan pertama di 20226. Pertumbuhan produk itu ditopang sejumlah aset. Termasuk, tambahan hak partisipasi di Blok Corridor, produksi Lapangan Forel dan Terubuk, pengeboran pengembangan Bualuang di Thailand, serta kontribusi penuh proyek Senoro Fase 2A. Di segmen ketenagalistrikan, MEDC mencatat penjualan listrik sebesar 2.323 GWh pada semester I-2026. Ini ditopang operasi Dalle Energy Batam, ekspansi Energi Listrik Batam dan beroperasinya PLTS Bali Timur. Dari sisi kinerja keuangan, MEDC membukukan pendapatan sebesar US$ 1,41 miliar di semester I-2026. Pendapatan tersebut meningkat 23,35% secara tahunan atau year on year (YoY) dari US$ 1,14 miliar.
Dari sisi bottom line, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan oleh MEDC mencapai US$ 275,31 juta per Juni 2026. ini tersebut melesat 796,60% YoY dari US$ 30,70 juta di semester I-2025. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News