Produksi Migas Pertamina di Tahun 2023 Capai 90% dari Target



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produksi minyak dan gas bumi (migas) PT Pertamina sepanjang tahun 2023 melampaui 90% dari target yang ditetapkan dalam Work Plan & Budget (WP&B).

Deputi Eksploitasi SKK Migas Wahju Wibowo mengungkapkan, realisasi kinerja produksi minyak dan lifting gas Pertamina Group ditahun 2023 sama-sama di atas 90% dari target  yang ditetapkan.

"Secara keseluruhan mencapai 92% untuk minyak dan 94% untuk salur gas dari target WP&B 2023," jelas Wahju kepada Kontan, Kamis (4/1).


Wahju melanjutkan, SKK Migas dan Pertamina juga telah melakukan pembahasan untuk rencana kerja dan produksi pada tahun 2024.

Baca Juga: Begini Strategi SKK Migas untuk Mengejar Target Lifting Migas Tahun Ini

Meski demikian, Wahju tak merinci lebih jauh berapa target yang ditetapkan untuk produksi dan lifting migas Pertamina Group tahun ini.

"Sudah diselesaikan pada Desember lalu yang membahas terkait target tahun 2024 dan program kerja untuk mencapai target tersebut," terang Wahju.

Asal tahu saja, secara nasional realisasi lifting minyak sampai kuartal III 2023 sebesar 608,6 ribu BOPD atau 99,8% dari lifting periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 610,1 ribu BOPD. Kemudian lifting (salur) gas sebesar 5.345 MMSCFD hingga September 2023, atau 99,9% dari lifting (salur) gas periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5.353 MMSCFD.

Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2024, target lifting minyak sebesar 635.000 Barel Oil Per Day (BOPD) dan lifting gas bumi sebesar 1,03 juta barel setara minyak per hari (BOEPD).

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Hudi D. Suryodipuro menyatakan 2024 akan menjadi tahun yang menantang untuk SKK Migas mencapai target lifting migas.

“SKK Migas telah mempersiapkan diri untuk mengejar target lifting migas tahun ini,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Kamis (4/1).

Secara umum, lanjut Hudi, SKK Migas akan memastikan program kerja yang sudah direncanakan di Work Plan & Budget (WP&B) seperti pengeboran, proyek on-stream, dan kegiatan maintenance berjalan sesuai rencana.

Sejatinya, di sepanjang 2023 produktivitas hulu migas cukup baik dengan berhasil ditahannya penurunan (decline). Secara historis, penurunan produksi migas biasanya turun 7%, namun di 2023 turunnya hanya 1%.

“Harapannya hal ini bisa menjadi turning point untuk industri hulu migas Indonesia,” tandasnya.

Sebelumnya, CEO Subholding Upstream Wiko Migantoro dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI pada 22 November 2023 menjelaskan, secara garis besar produksi migas Pertamina mengalami pertumbuhan rata-rata 8% dibandingkan tahun lalu.

Hal ini dihasilkan dari upaya Pertamina yang melakukan pengeboran secara massif dan agresif, baik untuk sumur eksplorasi dan eksploitasi yang mencapai 820 sumur maupun pemeliharaan sumur (Workover) sebanyak 32.530 sumur.

Baca Juga: SKK Migas Ingin Temuan Gas Jumbo di South Andaman Segera Diproduksi

Hal ini dihasilkan dari upaya Pertamina yang melakukan pengeboran secara massif dan agresif, baik untuk sumur eksplorasi dan eksploitasi yang mencapai 820 sumur maupun pemeliharaan sumur (Workover) sebanyak 32.530 sumur.

Adapun, produksi minyak domestik di sepanjang tahun 2023 tidak mengalami  kenaikan dibandingkan 2022 yakni diprediksi sebesar 417.000 BOPD dari aset yang dikelola sendiri maupun bukan sebagai operator.

"Produksi minyak di dalam negeri mengalami kendala pada integrity OSES dan penurunan produksi di Blok Cepu, di mana kami bukan sebagai operator," ujarnya

Berdasarkan RKAP 2024, Pertamina memprediksi produksi minyak akan tumbuh menjadi 423.000 BOPD atau mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2023.

Lantas untuk produksi gas di tahun 2023 akan mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu. Pada 2022 realisasinya sebesar 2.241 MMSCFD, sedangkan prognosa di 2023 akan naik menjadi 2.381 MMSCFD. 

Adapun pada RKAP 2024, Pertamina menargetkan produksi gas domestik akan naik menjadi 2.518 MMSCFD.

Jika ditotal, produksi migas Pertamina baik itu di domestik dan internasional mengalami tren kenaikan. 

Di 2022 realisasi produksi migasnya sebesar 967.000 barel setara minyak per hari  (MBOEPD), kemudian tumbuh menjadi 1.043 MBOEPD di 2023, dan akan terus meningkat menjadi 1.071 MBOEPD di RKAP 2024.

Saat ini secara keseluruhan Pertamina mengelola 30% blok migas nasional dan kontribusi dalam produksi migas nasional mencapai 68%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi