Produksi Migas Tumbuh, Cek Prospek dan Rekomendasi Saham MEDC hingga Akhir Tahun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) hingga akhir 2026 masih positif. Pertumbuhan produksi minyak dan gas (migas) serta kenaikan harga jual menjadi penopang kinerja emiten energi tersebut.

Senior Equity Analyst Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas mengatakan, kinerja operasional MEDC masih menunjukkan tren yang mendukung pertumbuhan perusahaan.

Capaian produksi dan realisasi harga jual migas pada paruh pertama tahun ini menjadi salah satu dasar pandangan tersebut.


"Kami melihat prospek MEDC hingga akhir 2026 tetap positif, ditopang produksi 1H26 yang tumbuh 19% YoY menjadi sekitar 170 mboepd serta kenaikan harga jual minyak dan gas masing-masing 25% dan 16%," kata Sukarno kepada Kontan, Rabu (30/9/2026).

Baca Juga: Cek Rekomendasi Saham MEDC, BBCA, dan DSSA untuk Perdagangan Selasa (29/9)

Menurutnya, pertumbuhan produksi dan harga jual tersebut akan menopang pendapatan dan EBITDA MEDC. Namun, kinerja perusahaan tetap sensitif terhadap pergerakan harga minyak global.

Selain pertumbuhan produksi, peningkatan kepemilikan MEDC di Blok Corridor menjadi 70% juga menjadi katalis positif. Tambahan kepemilikan tersebut memberikan potensi peningkatan produksi dan cadangan secara langsung bagi perusahaan.

Sementara itu, pengembangan Sakakemang dinilai menjadi katalis pertumbuhan berikutnya dengan potensi tambahan volume gas mulai 2027. MEDC juga masih memiliki potensi kontribusi dari AMMN.

 
MEDC Chart by TradingView

Meski demikian, investor perlu mencermati sejumlah sentimen yang dapat memengaruhi kinerja MEDC, seperti harga minyak global, realisasi produksi, progres pengembangan Sakakemang, belanja modal (capex), leverage, serta kontribusi AMMN.

"Fundamental MEDC masih didukung pertumbuhan produksi, ekspansi Corridor, pipeline Sakakemang, dan potensi kontribusi AMMN," ujar Sukarno.

Baca Juga: Simak Prospek Kinerja Saham Lapis Dua Saat Pasar Lesu

Dari sisi pergerakan saham, Sukarno menilai saham MEDC masih bergerak volatil dan berada dalam tren turun dalam jangka pendek. Kondisi tersebut membuat investor perlu memperhatikan level support sebelum mengambil posisi.

"Untuk rekomendasi bisa wait and see atau buy on weakness di area yang kita anggap support kuatnya, mengingat pergerakan saat ini volatile dan dalam tren turun dalam jangka pendek. Jangka menengah Buy dengan TP Rp 1.600. Patokan support Rp 1.325," pungkas Sukarno.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News