KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat hingga 31 Juli 2018 produksi minyak baru mencapai 773.000 barel per hari (bph). Jumlah itu masih di bawah target APBN 2018 sebesar 800.000 bph. Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabawa Taher menyebutkan, pencapaian produksi minyak tersebut disebabkan oleh adanya penurunan laju produksi atau decline rate yang tidak bisa dicegah. Apalagi mayoritas lapangan minyak dan gas di Indonesia merupakan lapangan migas yang sudah berusia tua, yakni berusia 70 tahun hingga 80 tahun. "Secara umum, decline rate sumur yang ternyata lebih tinggi, di luar ekspektasi. Semakin lama beroperasi, tingkat decline rate semakin tinggi. Khususnya untuk crude, kandungan air atau watercut makin tinggi," ujar dia kepada KONTAN, Jumat (10/8).
Produksi minyak masih sulit mencapai target
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat hingga 31 Juli 2018 produksi minyak baru mencapai 773.000 barel per hari (bph). Jumlah itu masih di bawah target APBN 2018 sebesar 800.000 bph. Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabawa Taher menyebutkan, pencapaian produksi minyak tersebut disebabkan oleh adanya penurunan laju produksi atau decline rate yang tidak bisa dicegah. Apalagi mayoritas lapangan minyak dan gas di Indonesia merupakan lapangan migas yang sudah berusia tua, yakni berusia 70 tahun hingga 80 tahun. "Secara umum, decline rate sumur yang ternyata lebih tinggi, di luar ekspektasi. Semakin lama beroperasi, tingkat decline rate semakin tinggi. Khususnya untuk crude, kandungan air atau watercut makin tinggi," ujar dia kepada KONTAN, Jumat (10/8).