KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina EP (PEP) bersama PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Zona 4 mencatatkan kinerja operasional sepanjang 2025. Produksi minyak tercatat mencapai 27.643 barel per hari (barrel oil per day/BOPD), tumbuh 6,6% dibandingkan tahun sebelumnya. General Manager Pertamina EP Zona 4, Djudjuwanto, menyampaikan apresiasi atas kinerja seluruh insan Pertamina EP Zona 4 serta dukungan para pemangku kepentingan yang berperan dalam pencapaian tersebut.
"Pencapaian ini menunjukkan kinerja operasi Zona 4 yang semakin solid dari tahun ke tahun, didukung inovasi teknologi dan kolaborasi seluruh fungsi sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan energi nasional," ucap Djudjuwanto dalam keterangan resmi, Selasa (13/1/2026).
Baca Juga: Pertamina NRE Gandeng Tiongkok, Dorong Proyek Energi Bersih di Indonesia Lebih lanjut, peningkatan produksi tersebut ditopang oleh penguatan aktivitas eksplorasi dan pengembangan lapangan, antara lain melalui penambahan data seismik 3D serta penerapan strategi pengembangan terintegrasi. Sejumlah program dijalankan, mulai dari
New Area Development (NAD), pengeboran
step out, interfield, hingga infill, yang diperkuat kolaborasi tim
subsurface dalam pengeboran sumur baru dan kegiatan
workover & well intervention (WO&WI). Seiring dengan kenaikan produksi minyak, kinerja produksi gas PEP Zona 4 juga menunjukkan hasil positif. Sepanjang 2025, produksi gas tercatat sebesar 530,9 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD). Capaian produksi migas tersebut berasal dari operasi PEP dan PHE Zona 4 di tujuh lapangan yang tersebar di dua kota dan sembilan kabupaten di Sumatra Selatan.
Baca Juga: Pertamina Bakal Serap Proyek DME Hasil Hilirisasi Batubara Seluruh produksi minyak dan gas disalurkan untuk memenuhi kebutuhan kilang domestik Pertamina, sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan energi nasional. Dari sisi operasional, PEP Zona 4 juga terus mendorong penerapan teknologi guna meningkatkan efisiensi dan keandalan produksi. Salah satu inovasi yang diimplementasikan adalah teknologi
batch drilling onshore, yakni metode pengeboran beberapa sumur dari satu lokasi secara berurutan. Teknologi
drilling rig dengan sistem
skidding atau
walking memungkinkan pemindahan rig antar sumur tanpa proses
rig down, sehingga mampu mempercepat waktu pengeboran dan menekan biaya operasi.
Baca Juga: Pertamina Ungkap Investasi RDMP Balikpapan Tembus Rp 123 Triliun Selain kinerja produksi, PEP dan PHE Zona 4 juga berhasil mempertahankan kinerja keselamatan kerja tanpa kecelakaan (zero accident) sepanjang 2025.
Setiap aktivitas peningkatan produksi dijalankan dengan mengedepankan prinsip kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan (HSSE).
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News