KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) mencatatkan kinerja positif produksi minyak dan gas bumi (migas) yang berhasil melebihi target Rencana Kerja & Anggaran Perusahaan (RKAP) sepanjang tahun 2025. Capaian positif ini disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar anak usaha Subholding Upstream Pertamina tersebut di Jakarta, Rabu (3/6/2026). Direktur Utama PHI Sunaryanto menjelaskan, rata-rata produksi minyak perusahaan sepanjang tahun lalu berhasil menembus angka 44,42 ribu barel per hari (MBOPD), atau setara dengan 107,29% dari target RKAP 2025.
Baca Juga: Grab Tegaskan Tak Bakal Keluar dari Indonesia Sementara itu, untuk realisasi produksi gas bumi juga mencatatkan hasil positif dengan rata-rata mencapai 536,72 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) atau sekitar 101,34% dari target. “Di PHI, kami terus berinvestasi di industri hulu migas nasional sejalan dengan visi dan misi Perusahaan, serta komitmen PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dan PT Pertamina (Persero) selaku subholding upstream dan holding untuk menyediakan energi yang berkelanjutan bagi Indonesia,” ujarnya melalui keterangan resmi, Kamis (4/6/2026). Pria yang akrab disapa Anto ini menjelaskan, keberhasilan realisasi produksi migas di atas target pada tahun 2025 ini merupakan yang pertama kali dalam 5 tahun terakhir. Ia menegaskan, capaian ini tidak lepas dari komitmen investasi yang terarah dan berkelanjutan guna mendukung ketahanan energi nasional di tengah tantangan penurunan produksi alamiah pada lapangan-lapangan migas di wilayah Kalimantan. Ke depan, pihaknya akan terus menyeimbangkan antara investasi eksplorasi dan kegiatan eksploitasi demi menjaga keberlanjutan operasi produksi hulu migas. Langkah ini terbukti ampuh mendorong efisiensi biaya operasional (
operational cost) sekaligus menekan biaya produksi (
production cost) di bawah target pagu yang dicanangkan pemegang saham. “Pencapaian produksi dan lifting migas yang naik di tahun buku 2025 merupakan hasil dari
selective investment, inovasi
filling the gap serta optimasi baseline dan
well intervention,” imbuhnya.
Baca Juga: Samudera Indonesia (SMDR) Buka Rute Baru ke Jepang dan Korea Selatan Selain itu, dalam kurun waktu lima tahun terakhir, PHI aktif mengebor 13 sumur eksplorasi serta 517 sumur pengembangan demi menjaga keandalan pasokan energi. Selain kinerja produksi, PHI juga mencatat penambahan cadangan migas 1P sebesar lebih dari 70 juta barel setara minyak atau melesat 193% dari target RKAP 2025. Hasil ini ditopang penyelesaian pengeboran 146 sumur pengembangan, 619 kegiatan workover, serta 9.783 kegiatan well service dengan mencatatkan nihil kecelakaan kerja (Number of Accident). Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News