KONTAN.CO.ID - SOROWAKO. Meski mencatat peningkatan laba signifikan di semester I-2018, produksi nikel PT Vale Indonesia Tbk (INCO) justru melambat. Sepanjang Januari-Juni 2018, produksi emiten mencapai 36.034 metrik ton, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni 37.331 metrik ton. Direktur Proses Plant Vale Indonesia Dani Widjadja mengatakan, pelambatan produksi disebabkan adanya major shutdown atau jadwal pemeriksaan berkala. Kondisi tersebut umumnya disesuaikan dengan musim kering, karena sumber tenaga listrik pabrik berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Sebagai informasi, saat ini INCO memiliki empat PLTA yang berfungsi untuk menyalurkan tenaga listrik ke pabrik produksi nikel. Rencananya, tahun depan akan dilakukan perawatan pada salah satu PLTA INCO di Larona, sehingga akan ada satu lini yang tidak beroperasi.
Produksi nikel Vale di tahun 2019 berpotensi lebih rendah
KONTAN.CO.ID - SOROWAKO. Meski mencatat peningkatan laba signifikan di semester I-2018, produksi nikel PT Vale Indonesia Tbk (INCO) justru melambat. Sepanjang Januari-Juni 2018, produksi emiten mencapai 36.034 metrik ton, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni 37.331 metrik ton. Direktur Proses Plant Vale Indonesia Dani Widjadja mengatakan, pelambatan produksi disebabkan adanya major shutdown atau jadwal pemeriksaan berkala. Kondisi tersebut umumnya disesuaikan dengan musim kering, karena sumber tenaga listrik pabrik berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Sebagai informasi, saat ini INCO memiliki empat PLTA yang berfungsi untuk menyalurkan tenaga listrik ke pabrik produksi nikel. Rencananya, tahun depan akan dilakukan perawatan pada salah satu PLTA INCO di Larona, sehingga akan ada satu lini yang tidak beroperasi.