Produksi perikanan budidaya melesat



JAKARTA. Catatan ciamik bakal tercipta di sektor perikanan budidaya. Dimana produksi perikanan budidaya tahun ini diperkirakan bakal lebih baik dibandingkan dengan target yang ditetapkan sebanyak 13,9 juta ton. Bahkan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) optimistis, hingga akhir tahun 2014, sektor ini mampu meraih produksi sebanyak 14 juta ton.

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP,  Slamet Subjakto, mengatakan, hingga kuartal III-2014, produksi perikanan budidaya sudah mencapai 72% dari target awal. "Dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, produksi perikanan budidaya meningkat cukup bagus," kata Slamet, belum lama ini.

Sebagai perbandingan, pada kuartal III tahun lalu, Slamet bilang, pencapaian produksi perikanan budidaya hanya sebesar 60% dari target yang ditetapkan. Mengutip data KKP, tahun lalu, target produksi perikanan budidaya mencapai 13,02 juta ton. Sementara itu, hingga akhir tahun 2013, realisasi produksi bisa melebih target, yaitu mencapai 13,3 juta ton.


Tahun ini, optimisme peningkatan produksi perikanan budidaya juga lebih besar. Salah satunya lantaran hasil beberapa program KKP yang dilaksanakan pada tahun 2013-2014 bakal mulai terlihat hasilnya tahun ini. Contohnya, program revitalisasi tambak udang di beberapa wilayah, seperti pantai utara Jawa (Pantura) dan Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP).

Potensi terbuka

Selain program pengembangan yang sukses, peningkatan produksi sektor perikanan budidaya ini semakin terbuka lantaran harga jual produk perikanan juga terus meningkat tahun ini. Slamet mengambil contoh, bila tahun lalu harga udang masih di kisaran Rp 90.000 per kilogram (kg), kini rata-ratanya harganya sudah kembali ke posisi Rp 100.000 per kg. 

Walaupun sempat terpuruk di pertengahan tahun, saat ini, harga udang kembali ke level tertingginya. Selain itu, harga komoditas lain seperti rumput laut pun mulai menanjak naik, dari sebesar Rp 12.000 per kg menjadi Rp 18.000 per kg. 

Potensi produksi perikanan Indonesia sendiri masih sangat terbuka. Pasalnya, dengan luas lahan yang mencapai 17 juta hektare (ha) yang seharusnya bisa dimanfaatkan, saat ini hanya sekitar 7,3% yang  baru dimanfaatkan. "Potensi paling besar di laut melalui marikultur. Kami akan menggenjot untuk budidaya rumput laut dan kerang," ujar Slamet.

Dari potensi lahan perikanan budidaya tersebut, lahan budidaya air tawar mencapai  seluas 2,23 juta ha, budidaya air payau seluas 2,96 juta ha, dan budidaya laut seluas 12,55 juta ha. Sementara untuk pemanfaatannya masing-masing baru mencapai 16,62% untuk budidaya air tawar, 50,06% untuk budidaya air payau, dan 2,09% untuk budidaya laut.

Harus diakui, selama periode 2010–2013, produksi perikanan budidaya telah meningkat secara signifikan dan melebihi target. Sedangkan nilai produksinya juga naik sekitar 22,51% per tahun dalam kurun waktu yang sama.

Coco Kokarkin, Direktur Produksi Dirjen Perikanan Budidaya KKP mengatakan, secara volume, penyumbang terbesar dari produksi perikanan budidaya adalah rumput laut. Jika dibandingkan dengan total target raihan  produksi sektor perikanan tahun ini, sumbangan dari rumput laut bisa mencapai lebih dari 53%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto