KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Petrokimia Gresik (Persero) mencatatkan produksi pupuk dan nonpupuk sebesar 6,59 juta ton hingga September 2026. Capaian ini memperkuat peran perusahaan dalam memasok pupuk bagi sektor pertanian serta bahan kimia dasar dan produk nonpupuk untuk memenuhi kebutuhan industri nasional. Dari total produksi tersebut, lebih dari 4 juta ton merupakan pupuk, sedangkan hampir 2,5 juta ton lainnya berupa bahan kimia dasar dan produk nonpupuk. Produksi ini menopang kebutuhan sektor pertanian sekaligus mendukung aktivitas berbagai industri nasional. Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob mengatakan, capaian tersebut mencerminkan kemampuan perusahaan menjaga produktivitas untuk mendukung sektor pertanian dan industri. Kedua sektor itu dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendorong perekonomian nasional.
“Capaian produksi ini bukan sekadar angka, tetapi mencerminkan besarnya tanggung jawab Petrokimia Gresik dalam mendukung kebutuhan masyarakat dan industri. Di sektor pertanian, kami berperan menyediakan pupuk untuk menunjang produktivitas petani. Sementara itu, melalui produksi bahan kimia dasar dan nonpupuk, kami turut mendukung keberlangsungan berbagai aktivitas industri nasional,” ujar Daconi dalam keterangannya, Kamis (27/10/2026).
Baca Juga: Petrokimia Gresik Kembangkan Teknologi CCU untuk Industri Hijau Ia menjelaskan bahwa pencapaian tersebut tidak terlepas dari upaya perusahaan dalam meningkatkan keandalan operasional, efisiensi, serta efektivitas proses produksi. Optimalisasi kemampuan pabrik terus dilakukan untuk menjaga produktivitas sekaligus memastikan kesiapan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan produk secara berkelanjutan. Langkah itu juga diperkuat melalui inovasi internal perusahaan, salah satunya GIO FILTER 1B yang dikembangkan di Pabrik Amoniak 1B. Melalui penambahan Molecular Dryer Filter 154-LC untuk meningkatkan keandalan proses produksi, inovasi ini berhasil menekan kehilangan potensi produksi amoniak dari sebelumnya 13.409,21 ton menjadi nol pada unit yang ditangani. Inovasi tersebut juga mendukung peningkatan produksi harian dari 1.970,21 ton menjadi 2.000 ton, sekaligus menghasilkan efisiensi biaya yang dilaporkan mencapai Rp 9,5 miliar. Di sektor pertanian, Petrokimia Gresik terus memperkuat sinergi dengan Pupuk Indonesia Grup untuk mendukung kesiapan menghadapi musim tanam Oktober–Maret. Koordinasi dilakukan untuk menjaga keselarasan antara kapasitas produksi, ketersediaan stok, dan kebutuhan penyaluran pupuk bersubsidi. “Memasuki musim tanam, ketersediaan pupuk menjadi salah satu faktor penting yang mendukung aktivitas petani. Karena itu, kami terus memperkuat koordinasi bersama Pupuk Indonesia Grup agar kesiapan produksi dapat berjalan selaras dengan kebutuhan penyaluran, sehingga pupuk bersubsidi dapat tersedia bagi petani sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
Baca Juga: Petrokimia Gresik Perkuat Pasokan Asam Sulfat dari PTFI Daconi menegaskan bahwa capaian tersebut menjadi dorongan bagi Petrokimia Gresik untuk terus meningkatkan produktivitas melalui penguatan operasional dan pengembangan inovasi. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung Pupuk Indonesia menjalankan mandat pemerintah di sektor pupuk serta memperkuat kontribusi terhadap pembangunan ekonomi nasional. “Pertanian yang produktif dan industri yang berdaya saing sama-sama membutuhkan dukungan pasokan yang berkelanjutan. Karena itu, Petrokimia Gresik akan terus meningkatkan kemampuan produksinya agar manfaat yang kami hadirkan tidak hanya dirasakan oleh petani, tetapi juga mampu mendukung kemajuan berbagai sektor industri. Inilah kontribusi nyata yang ingin terus kami perkuat untuk Indonesia,” tutupnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News