Produksi sawit SMART turun



JAKARTA. Produksi tandan buah segar (TBS) milik PT Smart Tbk sepanjang kuartal III tahun ini turun 3,14% menjadi 2,16 juta ton dibandingkan tahun lalu periode yang sama. Di periode Januari sampai September 2012, perusahaan kebun yang melantai di bursa Singapura berhasil memproduksi TBS sebanyak 2,23 juta ton.

Berdasarkan penjelasan manajemen PT Smart Tbk dalam surat elektroniknya ke KONTAN, penurunan produksi sebagai dampak dari siklus tanaman sawit. Tanaman sawit milik Smart sudah mencapai panen puncak pada semester kedua tahun 2012. Sehingga, di tahun ini produktivitas pohon sawit rendah.

Selain itu juga, beberapa area menghasilkan mengalami proses peremajaan (replanting). Dengan demikian, areal yang semula berproduksi, kini menjadi tak berproduksi. Per tanggal 30 September 2013, areal lahan sawit perusahaan luasnya mencapai 139.001 hektare (ha) terdiri dari 134.051 ha lahan menghasilkan dan 4.950 ha adalah lahan belum menghasilkan.


Mengikuti produksi TBS, pada sembilan bulan pertama tahun ini, Smart juga mencatatkan penurunan produksi minyak sawit mentah atawa crude palm oil (CPO) sebesar 4,78% menjadi 526.222 ton dibandingkan dengan tahun lalu periode yang sama sebesar 552.663 ton.

Sementara itu, nilai penjualan CPO Smart di periode Januari sampai September 2013 melorot hingga 56,29% dari tahun lalu periode yang sama karena harga CPO turun dari US$ 1.023 per ton menjadi US$ 787 per ton.

Sampai September 2012, penjualan CPO milik perusahaan Sinar Mas Group ini bisa mencapai Rp 10,18 triliun. Di tahun ini, periode yang sama, nilai penjualan CPO Smart hanya Rp 4,45 triliun.

Selain penurunan harga CPO, anjloknya penjualan manajemen karena Smart lebih banyak memproduksi dan menjual produk-produk olahan berbasis kelapa sawit. Januari-September 2012, kontribusi produk hilir hanya 34,3% terhadap total penjualan perusahaan atau sekitar Rp 7,2 triliun.

Di tahun ini, periode yang sama, kontribusi penjualan produk hilir naik menjadi 56,9% terhadap total penjualan yakni Rp 9,52 triliun. "Lebih banyak produk kami dijual secara ekspor dengan negara tujuan utama Cina, India dan Uni Eropa," ujar Manajemen PT Smart Tbk, Kamis (5/12).

Sampai September 2013, total penjualan Smart mencapai Rp 16,73 triliun atau turun 20,41% dibandingkan penjualan tahun lalu periode yang sama. Dari jumlah tersebut, nilai penjualan ekspor mencapai Rp 9,45 triliun atau 56,49% dari keseluruhan penjualan. Sedangkan penjualan domestik mencapai Rp 7,28 triliun atau sekitar 43,51%.

Ekspansi refinerySejalan dengan program pemerintah untuk menggenjot sektor hilir kelapa sawit, Smart berencana untuk memperbesar kapasitas produksi refinery miliknya.

Smart akan menambah kapasitas dua unit refinery miliknya. Sayang, manajemen tak menyebutkan berapa dana investasi yang dibutuhkan untuk rencana ekspansi ini.

Di refinery Belawan, manajemen akan menambah kapasitas produksi sebesar 2.000 ton. Penambahan kapasitas produksi ini diharapkan akan selesai pada akhir tahun 2013. Kemudian, di refinery Marunda juga akan dilakukan tambahan kapasitas sebesar 1.000 ton per hari. Khusus untuk refinery Marunda, proyek tambahan kapasitas pabrik akan selesai di tahun depan.

Saat ini, Smart memiliki 4 refinery dengan total kapasitas sebesar 1.980.000 metrik ton per tahun. Refinery ini akan menghasilkan produk hilir seperti cooking oil, margarine dan speciality fats. n

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Fitri Arifenie