KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produksi susu dalam negeri saat ini baru mampu memenuhi sekitar 20% kebutuhan nasional. Badan Pangan Nasional (Bapanas) melihat pengembangan sapi perah lokal, termasuk sapi jenis Grati, sebagai salah satu potensi untuk meningkatkan produksi susu menuju swasembada. Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, mengatakan susu merupakan salah satu sumber protein hewani yang berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan protein masyarakat.
Baca Juga: PMI Manufaktur Naik, Industri Baja Masih Dibayangi Tekanan Biaya dan Impor Menurutnya, kebutuhan protein nasional sebenarnya sudah tercukupi dari berbagai sumber pangan hewani. Namun, susu masih menjadi sumber protein yang kontribusinya paling rendah karena produksi dalam negeri baru mencapai 20% dari kebutuhan. “Susu ini kan merupakan sumber protein. Jadi kalau kita bicara protein, sebenarnya kita sekarang sudah swasembada. Nah, cuma sumbernya (protein hewani) itu bukan dari susu yang utama,” ujar Andriko dalam keterangan resminya, Kamis (1/10/2026). Ia menjelaskan, sumber protein hewani masyarakat saat ini lebih banyak berasal dari ikan, disusul daging ayam, telur, daging ruminansia, dan susu. Meski kontribusi susu lokal masih rendah, Andriko menilai peluang untuk meningkatkan produksi dalam negeri terbuka lebar. Salah satunya melalui pengembangan sapi perah unggul yang mampu beradaptasi dengan kondisi peternakan lokal. Andriko mencontohkan sapi perah jenis Grati yang dikembangkan di Pasuruan, Jawa Timur. Sapi tersebut merupakan hasil persilangan sapi lokal dan memiliki kemampuan adaptasi serta produktivitas susu yang cukup tinggi. “Bisa saksikan bahwa untuk usaha swasembada susu itu, itu sangat bisa, sangat mungkin. Karena di sini juga memiliki sapi perah jenis Grati,” katanya. Menurut Andriko, sapi Grati bahkan mampu menghasilkan susu hingga 30 liter per ekor per hari. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi salah satu modal untuk meningkatkan produktivitas peternak dan memperbesar pasokan susu dari dalam negeri. “Jadi sapi perah jenis Grati itu adalah sapi unggul hasil persilangan sapi kita di dalam negeri. Jadi, memiliki keunggulan adaptif yang baik. Dan produksi susunya juga cukup tinggi. Bisa mencapai 30 liter per hari, per ekor,” sambungnya.
Oleh karena itu, dengan kondisi produksi lokal yang baru memenuhi 20% kebutuhan, pengembangan bibit unggul dan peningkatan produktivitas peternak menjadi bagian penting dalam mengejar swasembada susu.
Baca Juga: Proyeksi Inflasi Masih di Atas 3%, Harga Pangan dan Energi Jadi Risiko Bapanas melihat pengembangan potensi peternakan lokal seperti sapi Grati dapat memperkuat basis produksi susu nasional. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News